Sudah beberapa hari ini, Roetji sulit diajak mandi. Harus selalu ada 'acara' tertentu yg menarik. Alhasil, tiap kali mandi, kami selalu bikin 'percobaan' yg selalu dikomentari Roetji: "dados napa nggih?" (berubah jadi apa ya?). Cukup banyak yg sudah kami 'uji coba' di kamar mandi:
1. bikin balon sabun - ini sih standar banget lah ya
2. nyikat kamar mandi - awalnya pakai sampo 'clear', setelah beberapa kali, ganti pakai pasta gigi 'pepsodent family'. lumayanlah, lantai kamar mandi jadi bersih, hehehe...
3. bermain warna - pada awalnya, kami memakai pewarna makanan yg botolan, tapi Roetji main langsung tuang. hadeeh, boros nih, lha harga per botolnya Rp 2700,-. Putar otak, ubek2 stok, nemu kertas krep sisa dekorasi ulang tahunnya Roetji kemarin. Tapi kok ya Roetji langsung main campur2 warna, alhasil, kertas krep 1 bungkus cuma dipakai 2 kali. Putar otak lagi, mendadak dapat ide: pakai serbuk minuman kemasan saja, warna-warni dan cukup aman :). Lumayanlah, Rp 1.000,- dapat 3 bungkus = 3 kali percobaan. Dan, gampang banget, tinggal ke warung sebelah rumah, beres. Ini sekaligus mendidik Roetji, kalau Marimas itu untuk percobaan, bukan diminum, hehehe..
4. mengamati biji selasih - kebetulan punya biji selasih yg sudah apek. Sy ajak Roetji merendam biji selasih, menunggu dan mengamati perubahan yg terjadi. Roetji antusias menyadari biji selasih yg semula hitam, keras, kecil2, dan tenggelam di dasar mangkuk berubah menjadi seperti telur kodok, titik hitam dikelilingi selaput putih, lembut, dan bisa menari-nari di air ketika diaduk.
5. Peras agar-agar & kacang hijau - kali ini, kami menggunakan sisa adonan puding kacang hijau. Agar2 putih & biji kacang hijau, sy taruh di kalo (perasan santan). Lalu dituangi air, dan Roetji sy ajak meremas-remas adonan ini. Alhamdulillah, cara ini cukup bisa membuat Roetji jongkok cukup lama, dan jadi bisa 'pup' cukup banyak. Wuaaa... benar2 lega, setelah beberapa hari Roetji sembelit, cepirit, dan tidak mau jongkok.