Minggu, 09 Oktober 2016

Membangun Minat Baca Roetji

Sejak mempunyai anak, saya dan suami berkomitmen untuk mengajaknya suka membaca, terutama membaca buku. Oleh karena itu, budget pengeluaran untuk Roetji paling banyak untuk membeli buku-buku. Mainan anak? Kami sangat membatasi  mainan pabrikan, lebih mendorong dan memfasilitasi Roetji untuk bermain dengan (nyaris) apa pun yang ada di sekitar kami :)
Alhamdulillah, mbak Lieke (budhenya Roetji) mengenalkan kami dengan Dahara Books, toko buku import bekas, di Semarang. Wuaa, di sini koleksi buku-buku import, terutama buku-buku anak, bagus-bagus banget. Benar-benar bikin kami (*terutama saya, hihihi) gampang kalap. Di masa-masa awal kami mengenal toko buku ini, mungkin masih sedikit orang yang tahu, banyak buku-buku anak tentang ilmu pengetahuan yang dikemas dengan tampilan yang sangat menarik: pop up dengan ilustrasi yang bagus. Kalau pas ketemu buku yang seperti itu, langsung kami beli, asalkan harganya tidak di atas 200rb. Kami berharap dengan melihat buku-buku menarik seperti itu, Roetji jadi senang membaca.
Selain buku-buku import bekas, kami cukup banyak membeli buku anak-anak bekas terbitan Indonesia. Kami sangat senang berburu buku bekas di Paingan (pasar barang bekas khusus hari pasaran di Pasar Sleman), Shopping Centre Yogyakarta, Alun-Alun Solo, dll. Kalau kami sedang beruntung dan teliti, alhamdulillah, sering dapat buku-buku bagus dengan harga lumayan miring :)
Kami paling sering membelikan Roetji majalah Bobo bekas. Selain karena jauh lebih murah (@ Rp 1000, sampai dengan Rp 10.000 dapat 3 eksemplar), juga karena menurut kami, majalah Bobo edisi lama ceritanya lebih bermutu dan tidak kebanyakan iklan.
Alhamdulillah, sepertinya cara kami ini cukup tepat. Roetji mulai bisa membaca ketika berumur 5 tahun. Kalau ditanya orang, siapa yang mengajarinya membaca, Roetji akan menjawab: Ibu. Dan, katanya, itu karena ibuku sering membacakan aku buku :) 
Sekarang, Roetji berumur 6 tahun, sudah lancar membaca, bahkan membaca dalam hati. Membaca dalam hati atau melihat-lihat saja? Saya yakin Roetji membaca dalam hati, karena ia sangat konsentrasi membaca bukunya yang minim ilustrasi, dan mampu menceritakan kembali isi buku tersebut, tentu dengan cara dan bahasa ala Roetji. Saat ini bacaan favorit Roetji adalah komik "Why?" berbagai seri.
Roetji bisa sangat betah di toko buku. Suatu hari, saya dan Roetji pulang dari Sleman. Kami turun di stasiun sekitar jam 12.30, langsung ke salah satu toko buku di kota Solo. Alhamdulillah, Roetji sempat makan siang dengan bekal yang saya bawa untuknya. Saya belum makan siang, berharap ada warung makan yang lumayan di area toko buku tersebut. Ternyata, di sana tidak ada warung makan, dan Roetji betah berlama-lama di toko buku ini, membaca berbagai buku dan komik yang menarik minatnya. Akhirnya, kami pulang setelah dijemput bapaknya Roetji, sekitar jam 19.30. Saya puas dan bangga melihat Roetji sangat betah di toko buku (dan juga sangat lapar, hehehe).

Minggu, 22 Mei 2016

Cara Roetji Belajar Menyusun Cerita

Sekitar pertengahan Mei 2016, Roetji sangat suka dengan dongeng Dunia Narnia. Ia sangat bersemangat membaca Narnia, baik di buku cergamnya atau pun di buku rekam proses shooting film Narnia versi layar lebar. Setelah membaca (*tentu ala Roetji, kadang ia baca tulisannya dan lebih sering ia baca gambarnya), Roetji akan menyusun plot cerita dan meminta saya atau pun bapaknya untuk mendongeng berdasar plot cerita tsb. Jangan bayangkan plot cerita yang tersusun rapi ya, plot versi Roetji ini sangat dinamis, berkembang berdasar cerita yang kami buat bersama :)
Contohnya, seperti cerita yang kami buat bersama pada hari Minggu, 22 Mei 2016 ini:



Lucy penasaran dengan fosil, Lucy di museum Sangiran


R: Lucy mengadakan lomba menggali, tapi sudah berjam-jam bahkan berganti hari, belum menemukan fosil kerbau, akhirnya langsung  naik pesawat ke bandara  Adisumarmo. Itu kan jauh, di luar negeri Narnia. Narnia kan ada di Amerika Selatan, berukuran sekitar Kalimantan, gabung Sulawesi, gabung Jawa dan gabung Malaysia yang di Kalimantan.
B: apa yg digali?
R: tanah yg empuk
B: apa yang dicari?
R: fosil kerbau, tapi tidak ketemu
B: apa yang ditemukan?
R: batu-batu, belum menemukan fosil
B: apakah kamu kurang teliti? Coba kamu perhatikan batu-batu ini, apakah ini batu biasa?
R: o iya, ini cangkang raksasa dari pecahan fosil siput, karena pernah terkena gempa
B: coba lihat bongkahan batu yang sebesar tabung gas itu? Fosil apa itu?
R: imungkin itu fosil tanduk rusa
B: coba ceritakan
R: mungkin itu dari rusa yang berlarian, tiba-tiba mati, nggak ada yang tahu. Dulu kan Cuma ada manusia purba
B: roetji, lihat itu ada pintu ke dunia Jura, coba kamu lihat
R: tidak mau
B: coba kamu minta tolong Lucy untuk melihatnya
Lucy pun melihat melalui pintu itu
R: (sambil mengintip) ada kerbau purbanya, besar
B; sebesar apa?
R: sebesar sapi metal tambah kepalamu, wow.. (*sambil rengeng-rengeng)
B; ada gajah tidak?
R: ada,
B; belalainya pasti dua ya?
R; tidak, belalainya satu, yg dua gadingnya, tapi lebih besar dari pada biasanya. Ada manusia purba sedang membakar kayu, mau bikin api unggun.
B; di sana ramai-ramai, sepertinya akan pesta ya. Ada kah Lucy purba, Edmund purba dan Roetji purba?
R: tidak, di sana adanya tanduk purba, satu meter
B: satu meter, itu kecil sekali.
R; tidak, ini panjang
B; oh, itu satu meter di satu sisi ya, kiri satu meter, kanan satu meter, iya?
R; iya, jadi dua meter.
B; wow, kamu berkeringat, habis kejar-kejaran ya, di dunia mana?
R: di dunia Sangir
B; dunia Sangir itu apa?
R: rahasia
R: aku juga masuk di zaman salju, ada juga gajah yang berbulu tebal sekali, dan gadingnya sangat panjang, satu gading tiga meter. Jika gading itu digabung, bisa jadi enam meter. Itu pun berputar-putar tiga meter (*meliuk-liuk). Besar lubangnya segini (membuat bulatan dg tangannya) tapi besarnya segini.
B; belalai gajah ada tulangnya tidak sih?
R; tidak, jadi tidak ada fosilnya, adanya Cuma otot-otot. Berarti fosil hidungnya hanya sebesar manusia ya, hihihi… mamut itu hamil lho, anaknya Cuma kecil-kecil, mungkin Cuma sekakiku apa seaku. Lalu belalainya itu panjangnya sama dengan gadingnya, wow. Belalainya juga tiga meter. Dan bulunya sangat tebal, sangat lembut. Gading itu mungkin untuk menyeruduk. Aku juga melihat badak purba di sana. Serta semua hewan-hewan purba.