Target: mengendalikan emosi ibu ketika membiasakan R segera
mengenakan bajunya sendiri setelah mandi
Kebiasaan baik itu memang perlu dilatih, dilakukan dengan
konsisten. Tidak gampang, apalagi ditambah dengan menuliskannya J
Oleh karena itu, dalam kesempatan latihan kali ini, saya memilih
fokus pada satu jenis kebiasaan yang sedang kami lakukan bersama: mengendalikan
emosi ketika membiasakan R segera mengenakan bajunya sendiri setelah mandi.
Bagi saya, mengendalikan emosi itu sesuatu yang besar
banget. Sungguh tidak gampang, terlebih ketika PMS dan sedang menstruasi. Oleh karena
itu, saya memilih memulai tantangan ini di masa-masa sekitar itu. Sehingga tantangan
ini kami mulai sejak tanggal 8 Juni 2017 sampai tanggal 16 Juni 2017.
Hari Kedua
Jum’at, 9 Juni 2017
Pagi ini, seperti biasa di bulan Ramadhan ini, kami bertiga
sahur bersama. Kami makan buah-buahan yang ada di meja. Badan saya rasanya
semakin tidak karuan, dan tamu yang diharapkan belum juga datang.
Setelah suami berangkat kerja dan saya menyelesaikan
rutinitas pagi, perut saya semakin sakit. Akhirnya saya memilih tidur-tiduran
saja dan R bermain sendiri. Sesaat kemudian, perut saya cukup nyaman untuk
kembali beraktivitas. Maka, saya meminta R segera mandi. Ia menurut, mandi
dengan waktu yang cukup lama, dan saya kembali tiduran. Saya membiarkannya,
memakluminya sebagai caranya untuk membuat dirinya nyaman di hari yang cukup
panas ini. Setelah ia selesai mandi, ia ke kamar. Dan, lagi-lagi, ia tidak
segera mengenakan bajunya sendiri, justru loncat-loncat di kasur.
Saya pun mengingatkannya untuk segera mengenakan bajunya dan
memintanya mengirim pesan ke bapaknya lewat HP yang sedang dicharge di ruang tamu. R segera ke ruang
tamu, mengirim pesan suara ke Bapaknya, hanya dengan mengenakan kaos singlet
dan celana dalam saja. Setelah itu, ia kembali ke kamar, dan membaca buku. Saya
pikir mungkin ia merasa gerah jika harus berpakaian lengkap di cuaca sepanas
ini. Ya sudah, saya mengalah, maka “Mas R, pakai celana pendeknya ya. Kaosnya
nggak usah dipakai nggak apa-apa, cukup pakai singlet, tapi celana pendeknya
dipakai ya”. R pun menurut, ia mau mengenakan celana pendeknya, dan melanjutkan
aktivitasnya lagi.
Siang harinya, bahu saya mulai berkurang rasa sakitnya,
beralih ke perut. Dan, benar, tamu bulanan itu akhirnya datang juga.
#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip