Berkah Hujan
Setelah kemarau panjang, pertengahan bulan November 2014 ini hujan mulai turun, meski awalnya hanya beberapa menit sehari.
Sekarang, awal bulan Desember 2014, hujan deras mengguyur berjam-jam setiap hari.
Musim hujan kali ini, Roetji belajar 2 hal baru:
1. hujan-hujanan (yeay, akhirnya aku 'berani' ijinin Roetji hujan2an, dengan syarat: kondisi badan kami sedang fit, dan hujan deras).
2. menangkap, menggoreng dan melahap LARON..
Ya, laron. Serangga kecil yg hanya muncul setelah hujan lebat. Sayapnya tipis, mudah lepas. Dagingnya gurih, tinggi kadar protein dan kolesterol.
Roetji seneeeng banget lari2 ngejar laron. tangan2 mungilnya sigap mencoba menepuk laron terbang, digenggamnya sampai rumah. Ibuku cerita kalau ketika kami kecil, kami sering makan laron. Enaaak.. Dan, Roetji pun penasaran, pengen makan laron juga :)
Awalnya, Roetji kuajak bikin dadar laron. Laron yg sudah dibuang sayapnya, dicuci, dicampur dg kocokan telur, trus didadar. Roetji senang, tapi kemudian protes: "rasane kok kaya telur, laron e mboten krasa".Hehehe
Hari berikutnya, pagi2 setelah hujan, Roetji menangkap laron lagi. Kali ini lebih banyak dari pada kemarin, dan ia minta laronnya digoreng tanpa telur. Oke deh, kami pun nggoreng laron pakai margarin, supaya berasa sedikit asin.
Alhamdulillah, Allah telah menyediakan lauk bergizi tinggi di sekitar kita. Semoga alam terus ramah.