Sabtu, 25 Maret 2017

NHW#9


Ibu Sebagai Agen Perubahan



Materi terakhir di matrikulasi IIP batch#3 ini mantap banget: Ibu sebagai agen perubahan. Judul materi ini mengingatkan saya tentang idealita yang saya pelajari ketika kuliah dulu. Seiring waktu, ternyata menjadi agen perubahan itu tidak semudah menghafal kalimat tersebut, atau pun meneriakkannya sebagai yel-yel penyemangat bersama teman sekomunitas. Sungguh, kalimat ini mudah diucapkan, sangat menantang untuk dilakukan :) 

Sekarang, ketika saya sedang menjalani peran sebagai Ibu dari seorang anak laki-laki, juga sebagai seorang istri dari seorang laki-laki yang kebetulan bekerja sebagai seorang dosen, dan sebagai pribadi yang lebih banyak menggunakan waktu sehari-hari di rumah maka tantangan saya untuk menjadi agen perubahan tentu sangat berbeda dengan ketika menjadi mahasiswa. Tantangan ini semakin jelas, dekat, dan memerlukan strategi yang praktis dan realistis untuk diwujudkan dengan kemampuan dan keterbatasan kami. Sebelum saya bergabung dengan kelas matrikulasi ini, impian sebagai agen perubahan itu berasa masih di awang-awang, ada, namun saya belum mempunyai gambaran untuk mewujudkannya. Alhamdulillah, dengan mengikuti alur pikir yang dibangun selama matrikulasi ini melalui tugas-tugas mingguan, jalur untuk mewujudkan tantangan ini mulai terlihat, siap kami jalani bersama anak kami yang saat ini berumur 6 tahun. Yeay, Bismillah... 

Nah, di tugas terakhir dari program Bunda Sayang kali ini adalah merumuskan social venture masing-masing peserta. Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpeneur bai secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. 
Rumus yang kita pakai adalah:
 PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE 
sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat, diawali dari rasa empati, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. 
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam. 
Mulailah dari yang sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yang kitahadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yang memiliki permasalahan yang sama dengan kita. Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yang ada di sekitar kita. 
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan yang terlampir. Selamat menjadi agen perubahan, karena setiap orang adalah agen perubahan :)
Demikian tugas penutup dari program Bunda Sayang di Insitute Ibu Profesional. Tabel berikut ini merupakan jawaban saya atas tugas terakhir ini. Semoga saya bisa mewujudkannya bersama keluarga kecil kami yang terus bertumbuh dan berkembang :) 



Minat, Hobi, Ketertarikan
Skill, Hard, Soft
Isu Sosial
Masyarakat
Ide Sosial

Fasilitator pembelajaran anak
Menjadi fasilitator.
Mempunyai peralatan audio visual dan buku-buku.
Memiliki bekal ilmu dan pengalaman menggunakan media audio visual untuk pengorganisasian masyarakat.
Rendahnya literasi media di masyarakat.

Banyaknya kesempatan menggunakan media audio visual sebagai alat pembelajaran
Anak-anak
Orangtua
Ruang menonton dan membaca di rumah keluarga AIR

Sabtu, 18 Maret 2017

Misi Hidup dan Produktivitas

Nice HomeWork #8
MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulsi IIP/


Bismillah, saya mencoba menjawab tantangan NHW#8 ini sebagai berikut:
a.       Menjadi fasilitator
b.      BE DO HAVE
1.       Saya ingin menjadi: fasilitator pembelajaran yang baik bagi Roetji dalam proses tumbuh kembangnya sesuai fitrah.
2.       Saya ingin belajar dan mempraktikkan ilmu-ilmu tentang parenting, terutama fitrah based education.
3.       Saya ingin memiliki komitmen, konsistensi, kemampuan dan keahlian sebagai fasilitator tumbuh kembang Roetji sesuai fitrah dengan optimal.
c.       Aspek waktu:
1.       Dalam kurun waktu kehidupan saya,  saya ingin menjadi fasilitator pengembangan pribadi dan pendidikan anak. Saya ingin menjadi Ibu yang berhasil menghantarkan anak menjalani misi hidupnya sesuai fitrahnya dengan optimal. Saya berharap dalam sisa umur saya ini, saya bisa menjadi pribadi yang cakap, yang produktif, bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
2.       Dalam kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan (strategic plan), saya ingin menjadi ibu profesional, yang konsisten, iklas dan bahagia menjalani peran saya dalam kehidupan. Dalam 3 tahun pertama, saya akan berusaha keras mentaati komitmen saya belajar menjadi ibu profesional, seperti yang telah saya rencanakan dalam NHW#4. Selanjutnya, dalam 4 – 10 tahun ke depan, saya ingin memfasilitasi Roetji menjadi pembelajar mandiri yang siap hidup mandiri di usia akil baligh nanti dengan sebaik-baiknya.
3.       Dalam kurun waktu 1 tahun ini, saya ingin mempraktikkan dan menguasai ilmu menjadi Bunda Sayang sekaligus belajar menjadi Bunda Cekatan dengan konsisten dan seoptimal mungkin. Saya akan menaati jadwal kegiatan harian saya, agenda keluarga, dan indikator profesionalisme perempuan.

Bismillah, saya akan BERUBAH karena saya ingin MENANG melawan diri sendiri J

Tahapan Menuju Bunda Produktif

NHW#7

Hasil pembacaan oleh Bunda Rima:
Mbak Aini adalah orang yang senang data dan fakta. Juga angka. Tdak terlalu percaya dengan hanya perasaan dan emosi. Segala sesuatu lebih dipercaya jika sudah ada fakta dan datanya yang real. Pemaikirannya yang analis membantu untuk dapat mengevaluasi atau memberi penilaian terhadap suatu kinerja, dengan penilaian yang fair.
Senang belajar. Mengumpulkan informasi, wawasan dan tertarik dengan ilmu2 yang baru. Senang menulis. Mudah menjelaskan sesuatu dalam bentuk tulisan. Tulisan2 yang dibuatnya menjadi begitu mudah dimengerti karena pandai menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti. 
Mampu memanfaatkan bahan tersedia di sekitar menjadi sebuah karya yang baru. Serta suka mendidik serta mengajar dan mengedukasi orang lain. Membuat orang lain sukses dan mencapai cita-citanya. 
Kelemahan: kurang pandai dalam pengelolaan keuangan, tidak dapat memperbaiki sesuatu yang rusak, baik benda atau hubungan dengan manusia.
Tidak terlalu suka memikul tanggung jawab yang besar. Tidak suka juga jika diminta untuk membuat atau memproduksi barang dalam jumlah besar. Tidak suka pekerjaan2 yang berhubungan dengan mesin.
Kurang senang dengan aturan2 yang baku yang harus dipatuhi dalam waktu yang panjang. Dan tidak suka tugas2 menggambar. Dan sering tidak bisa menggambarkan ide2 yang dimiliki dengan jelas. 


Kuadran aktivitas saya:
Kuadran 1: saya SUKA dan saya BISA
-          Melakukan analisa terhadap suatu hal berdasar data dan fakta
-          Menjadi ahli monitoring dan evaluasi
-          Menjadi fasilitator
-          Senang belajar
-          Senang menulis


Kuadran 2 : saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA
-          Mengelola keuangan
-          Senang berkenalan dengan orang baru tetapi tidak bisa mempertahankan pertedfemanan dalam waktu lama dan membuat barang baru dengan barang-barang yang tersedia


Kuadran 3: saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA
-          Bertanggungjawab pada hal besar dalam waktu lama / menjadi rutinitas
-          Memproduksi barang dalam umlah besar
-          Mematuhi aturan-aturan baku dalam waktu yang panjang

Kuadran 4: saya TIDAK SUKA dan saya TIDAK BISA

-          Menggambar dan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mesin produksi 

Jumat, 03 Maret 2017

NHW#6 Belajar menjadi manager keluarga handal


Belajar Membongkar Jebakan Rutinitas

Masuk minggu keenam, saya semakin menyadari benang merah antara NHW#1 sampai NHW#6 ini. Saya jadi semakin mengagumi Bu Septi Peni Wulandani dan tim Institut Ibu Profesional yang telah berproses mempraktikkan dan menyusun tapak-tapak pembelajaran yang berupa Nice Home Work (NHW) khas IIP ini.
Pada awalnya saya sempat bingung memahami tugas NHW#6 ini, terutama dalam memahami dan menentukan aktivitas dinamis. Kemudian, setelah berdiskusi dengan teman-teman di WA grup matrikulasi ketiga IIP Solo, saya memperoleh pencerahan untuk mengerjakan tugas kali ini. kemudian, saya coba kerjakan tugas dengan menyusun tabel berikut untuk membantu memetakan aktivitas saya selama ini dan yang akan datang. Tabel ini yang menjadi pedoman dalam mengerjakan NHW#6 ini:

Rutin
Tidak Rutin
Penting
Memperbaiki ibadah pribadi
Pengembangan kapasitas pribadi
Menemani dan mendokumentasikan  proses pembelajaran Roetji
Berkegiatan bersama komunitas
Pekerjaan rumah tangga
Jualan online (dimulai lagi tahun 2018)
Tidak penting



Menggunakan sosial media untuk ‘me time’
Wisata kuliner
Tidur siang
Jalan-jalan sekedar ganti suasana
Belanja ke pasar
Baca-baca tabloid resep tanpa segera dipraktekkan

Dari tabel tersebut, saya menjawab tugas NHW#6 sebagai berikut:
1.       Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting: 

      Aktivitas paling penting:
  •  Pengembangan kapasitas diri saya (termasuk memperbaiki ibadah pribadi)
  •  Menemani dan mendokumentasikan proses pembelajaran Roetji
  • Pekerjaan rumah tangga
      Aktivitas paling tidak penting (tapi rutin saya lakukan):
  • Menggunakan sosial media untuk ‘me time’
  • Tidur siang
  • Belanja ke pasar

2.       Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Setelah membuat tabel ini, saya jadi tersadarkan bahwa waktu saya selama ini sering kami pakai untuk hal-hal yang rutin saya lakukan namun ternyata tidak penting. Bismillah, saya akan berusaha untuk sangat mengurangi ketiga hal ini:
  • Menggunakan sosial media untuk ‘me time’, karena ini mengasyikkan sehingga melenakan. Saya akan tetap bersosial media karena banyak ilmu dan teman yang bisa saya peroleh dengan alat ini, namun akan saya atur waktunya dengan lebih cermat.
  • Tidur siang, selama ini saya nyaris rutin tidur siang supaya tidak kecapekan. Namun ternyata, aktivitas tidur siang saya terlalu lama. Saya akan membatasi tidur siang saya sekitar 10 – 15 menit saja, sekedar cukup untuk merecharge energi.
  • Belanja ke pasar, selama ini kami sekitar 2-3 hari belanja ke pasar demi harga yang sedikit lebih murah dan barang yang lebih komplit. Ternyata aktivitas ini merupakan pemborosan, karena saya acapkali membeli bahan pangan yang terlalu banyak, tidak termasak dan termakan dengan tepat. Saya akan menyusun menu mingguan dan menaatinya seoptimal mungkin. Belanja di pasar cukup 2 kali seminggu, diolah dan disimpan sedemikian rupa dengan memanfaatkan almari pendingin dengan optimal.

3.       Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya, agar selaras.
Dari tabel tersebut, saya memilih 3 aktivitas dari aktivitas yang tergolong penting – rutin dan aktivitas penting – tidak rutin untuk aktivitas dinamis saya, yaitu:
  • Menemani dan mendokumentasikan pembelajaran Roetji,
  • Pengembangan kapasitas pribadi (termasuk memperbaiki ibadah pribadi), dan
  • Berkegiatan bersama komunitas.
Untuk memenuhi jam terbang sesuai target (NHW#4), saya berencana untuk mendedikasikan diri 10 jam sehari untuk belajar dan berkarya bersama anak kami. Alokasi waktu tersebut saya bagi menjadi 8 jam untuk membersamai anak dan 2 jam untuk pengembangan kapasitas pribadi tanpa melibatkan anak. Kegiatan bersama komunitas (terutama komunitas homeschoolers) merupakan kegiatan dinamis dengan alokasi waktu sekitar 8-12 jam dalam seminggu karena bagian dari aktivitas pembelajaran kami sebagai keluarga homeschoolers.

4.       Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi “cut off time”. Dari tabel ini saya memilih aktivitas penting dan rutin untuk dikumpulkan dalam waktu tertentu, yaitu:
  • Memperbaiki ibadah pribadi 
  • Menemani dan mendokumentasikan pembelajaran Roetji, dan
  •  Pekerjaan rumah tangga
Aktivitas menemani dan mendokumentasikan pembelajaran Roetji merupakan aktivitas rutin yang dinamis karena saya lakukan rutin setiap hari dengan kegiatan yang berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan Roetji dan kondisi keluarga.

5.       Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian Anda – karena kami ingin menyiapkan Roetji menjadi anak yang terampil beradaptasi maka kami memilih hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan aktivitas-aktivitas spontan yang bukan merupakan agenda rutin kami.

6. Jadwal kegiatan harian 
Sebelum menyusun jadwal kegiatan harian, saya bertanya kepada suami saya tentang prioritas beliau dalam urusan rumah tangga kami. Suami saya memutuskan untuk menyusun prioritas sebagai berikut:
a. anak terurus dengan sangat baik
b. makanan tersaji tepat waktu dan tepat gizi
c. rumah rapi
Oleh karena itu, saya menyusun jadwal harian seperti berikut: 



Senin – Jum’at
Sabtu
Minggu
04.00 –  06.00
Ibadah pagi
Bersih-bersih rumah
Olah raga pagi
Ibadah pagi
Bersih-bersih rumah
Olah raga pagi
Ibadah pagi
Bersih-bersih rumah
Olah raga pagi
06.00 – 08.00
Menyiapkan sarapan
Mandi pagi
Sarapan
Menyiapkan sarapan
Mandi pagi
Sarapan
Menyiapkan sarapan
Mandi pagi
Sarapan
08.00 – 11.00
Menjadi fasilitator dan dokumentator pembelajaran Roetji
Menjadi fasilitator dan dokumentator pembelajaran Roetji
Acara keluarga: jalan-jalan keluar rumah, dll
11.00 – 14.00
Menyiapkan makan siang (sering melibatkan Roetji)
Sholat Dzuhur, Istirahat,
Makan siang
Cuci baju
(melibatkan Roetji)
Menyiapkan makan siang (melibatkan Roetji dan suami) 
Sholat Dzuhur, Istirahat,
Makan siang
Cuci baju (melibatkan Roetji)
Acara bebas: piknik / beres-beres rumah / pengembangan kapasitas / wisata kuliner
14.00 – 16.00
Menjadi fasilitator dan dokumentator pembelajaran Roetji
Acara komunitas / kelas literasi media / pengembangan kapasitas
Acara bebas: piknik / beres-beres rumah / pengembangan kapasitas
16.00 – 17.30
Mandi sore
Beres-beres rumah
Mandi sore
Mandi sore
Beres-beres rumah
17.30 – 19.00
Menyiapkan makan malam dan makan malam
Sholat dan ngaji
Acara komunitas / pengembangan kapasitas / wisata kuliner
Acara bebas: piknik / beres-beres rumah / pengembangan kapasitas / wisata kuliner
19.00 – 20.00
Main bertiga

Acara komunitas / pengembangan kapasitas /
Acara bebas: piknik / beres-beres rumah / pengembangan kapasitas
20.00 – 22.00
Me time dan ngobrol dengan suami
Tidur
Tidur   

.      

        7. Pengamatan dan evaluasi mingguan