Sejak mempunyai anak, saya dan suami berkomitmen untuk mengajaknya suka membaca, terutama membaca buku. Oleh karena itu, budget pengeluaran untuk Roetji paling banyak untuk membeli buku-buku. Mainan anak? Kami sangat membatasi mainan pabrikan, lebih mendorong dan memfasilitasi Roetji untuk bermain dengan (nyaris) apa pun yang ada di sekitar kami :)
Alhamdulillah, mbak Lieke (budhenya Roetji) mengenalkan kami dengan Dahara Books, toko buku import bekas, di Semarang. Wuaa, di sini koleksi buku-buku import, terutama buku-buku anak, bagus-bagus banget. Benar-benar bikin kami (*terutama saya, hihihi) gampang kalap. Di masa-masa awal kami mengenal toko buku ini, mungkin masih sedikit orang yang tahu, banyak buku-buku anak tentang ilmu pengetahuan yang dikemas dengan tampilan yang sangat menarik: pop up dengan ilustrasi yang bagus. Kalau pas ketemu buku yang seperti itu, langsung kami beli, asalkan harganya tidak di atas 200rb. Kami berharap dengan melihat buku-buku menarik seperti itu, Roetji jadi senang membaca.
Selain buku-buku import bekas, kami cukup banyak membeli buku anak-anak bekas terbitan Indonesia. Kami sangat senang berburu buku bekas di Paingan (pasar barang bekas khusus hari pasaran di Pasar Sleman), Shopping Centre Yogyakarta, Alun-Alun Solo, dll. Kalau kami sedang beruntung dan teliti, alhamdulillah, sering dapat buku-buku bagus dengan harga lumayan miring :)
Kami paling sering membelikan Roetji majalah Bobo bekas. Selain karena jauh lebih murah (@ Rp 1000, sampai dengan Rp 10.000 dapat 3 eksemplar), juga karena menurut kami, majalah Bobo edisi lama ceritanya lebih bermutu dan tidak kebanyakan iklan.
Alhamdulillah, sepertinya cara kami ini cukup tepat. Roetji mulai
bisa membaca ketika berumur 5 tahun. Kalau ditanya orang, siapa yang
mengajarinya membaca, Roetji akan menjawab: Ibu. Dan, katanya, itu
karena ibuku sering membacakan aku buku :)
Sekarang, Roetji berumur 6 tahun, sudah lancar membaca, bahkan membaca dalam hati. Membaca
dalam hati atau melihat-lihat saja? Saya yakin Roetji membaca dalam
hati, karena ia sangat konsentrasi membaca bukunya yang minim ilustrasi,
dan mampu menceritakan kembali isi buku tersebut, tentu dengan cara dan
bahasa ala Roetji. Saat ini bacaan favorit Roetji adalah komik "Why?" berbagai seri.
Roetji bisa sangat betah di toko buku. Suatu hari, saya dan Roetji pulang dari Sleman. Kami turun di stasiun sekitar jam 12.30, langsung ke salah satu toko buku di kota Solo. Alhamdulillah, Roetji sempat makan siang dengan bekal yang saya bawa untuknya. Saya belum makan siang, berharap ada warung makan yang lumayan di area toko buku tersebut. Ternyata, di sana tidak ada warung makan, dan Roetji betah berlama-lama di toko buku ini, membaca berbagai buku dan komik yang menarik minatnya. Akhirnya, kami pulang setelah dijemput bapaknya Roetji, sekitar jam 19.30. Saya puas dan bangga melihat Roetji sangat betah di toko buku (dan juga sangat lapar, hehehe).