Minggu, 22 Mei 2016

Cara Roetji Belajar Menyusun Cerita

Sekitar pertengahan Mei 2016, Roetji sangat suka dengan dongeng Dunia Narnia. Ia sangat bersemangat membaca Narnia, baik di buku cergamnya atau pun di buku rekam proses shooting film Narnia versi layar lebar. Setelah membaca (*tentu ala Roetji, kadang ia baca tulisannya dan lebih sering ia baca gambarnya), Roetji akan menyusun plot cerita dan meminta saya atau pun bapaknya untuk mendongeng berdasar plot cerita tsb. Jangan bayangkan plot cerita yang tersusun rapi ya, plot versi Roetji ini sangat dinamis, berkembang berdasar cerita yang kami buat bersama :)
Contohnya, seperti cerita yang kami buat bersama pada hari Minggu, 22 Mei 2016 ini:



Lucy penasaran dengan fosil, Lucy di museum Sangiran


R: Lucy mengadakan lomba menggali, tapi sudah berjam-jam bahkan berganti hari, belum menemukan fosil kerbau, akhirnya langsung  naik pesawat ke bandara  Adisumarmo. Itu kan jauh, di luar negeri Narnia. Narnia kan ada di Amerika Selatan, berukuran sekitar Kalimantan, gabung Sulawesi, gabung Jawa dan gabung Malaysia yang di Kalimantan.
B: apa yg digali?
R: tanah yg empuk
B: apa yang dicari?
R: fosil kerbau, tapi tidak ketemu
B: apa yang ditemukan?
R: batu-batu, belum menemukan fosil
B: apakah kamu kurang teliti? Coba kamu perhatikan batu-batu ini, apakah ini batu biasa?
R: o iya, ini cangkang raksasa dari pecahan fosil siput, karena pernah terkena gempa
B: coba lihat bongkahan batu yang sebesar tabung gas itu? Fosil apa itu?
R: imungkin itu fosil tanduk rusa
B: coba ceritakan
R: mungkin itu dari rusa yang berlarian, tiba-tiba mati, nggak ada yang tahu. Dulu kan Cuma ada manusia purba
B: roetji, lihat itu ada pintu ke dunia Jura, coba kamu lihat
R: tidak mau
B: coba kamu minta tolong Lucy untuk melihatnya
Lucy pun melihat melalui pintu itu
R: (sambil mengintip) ada kerbau purbanya, besar
B; sebesar apa?
R: sebesar sapi metal tambah kepalamu, wow.. (*sambil rengeng-rengeng)
B; ada gajah tidak?
R: ada,
B; belalainya pasti dua ya?
R; tidak, belalainya satu, yg dua gadingnya, tapi lebih besar dari pada biasanya. Ada manusia purba sedang membakar kayu, mau bikin api unggun.
B; di sana ramai-ramai, sepertinya akan pesta ya. Ada kah Lucy purba, Edmund purba dan Roetji purba?
R: tidak, di sana adanya tanduk purba, satu meter
B: satu meter, itu kecil sekali.
R; tidak, ini panjang
B; oh, itu satu meter di satu sisi ya, kiri satu meter, kanan satu meter, iya?
R; iya, jadi dua meter.
B; wow, kamu berkeringat, habis kejar-kejaran ya, di dunia mana?
R: di dunia Sangir
B; dunia Sangir itu apa?
R: rahasia
R: aku juga masuk di zaman salju, ada juga gajah yang berbulu tebal sekali, dan gadingnya sangat panjang, satu gading tiga meter. Jika gading itu digabung, bisa jadi enam meter. Itu pun berputar-putar tiga meter (*meliuk-liuk). Besar lubangnya segini (membuat bulatan dg tangannya) tapi besarnya segini.
B; belalai gajah ada tulangnya tidak sih?
R; tidak, jadi tidak ada fosilnya, adanya Cuma otot-otot. Berarti fosil hidungnya hanya sebesar manusia ya, hihihi… mamut itu hamil lho, anaknya Cuma kecil-kecil, mungkin Cuma sekakiku apa seaku. Lalu belalainya itu panjangnya sama dengan gadingnya, wow. Belalainya juga tiga meter. Dan bulunya sangat tebal, sangat lembut. Gading itu mungkin untuk menyeruduk. Aku juga melihat badak purba di sana. Serta semua hewan-hewan purba.