Jumat, 01 November 2013

Membuat Wayang Walang

Beberapa hari ini Roetji sangat suka mencari, menangkap dan bermain walang (belalang). Nyaris tiap hari, pagi dan sore, Roetji ngobrak-ngabrik 'taman' kecil di halaman depan.
Ketika di Semarang, Roetji diajari berimajinasi ada walang di genggaman Eyang Toyo, dan akhirnya imajinasi itu ia kembangkan dg berpura-pura ada walang di genggaman, daun jadi walang, dll.
Dan yg paling menakjubkan, tadi pagi, ketika Roetji sendirian, orang dewasa sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Roetji menggambar walang dan mewarnainya. Gambar dan pewarnaannya nyaris sempurna. Bentuknya benar2 mirip walang, jauh lebih mirip drpd saya yg menggambar. Mewarnainya juga rapi, tidak belepotan :)
(masukin fotonya)
Lalu, Roetji minta gambar walang-walangnya digunting. Saya menawarinya menempel gambar tsb untuk dipamerkan bapak nanti malam. Tapi ternyata...Roetji menjadikan walangnya jadi wayang! Dia gerak-gerakkan mengikuti cara walang bergerak: terbang, meloncat, mencok.
Wayang walangnya ia biarkan 'mencok' di atas keranjang baju sampai bapak pulang. Lalu ia pamerkan ke bapak. Dan bapak mengatakan: "mas Roetji bikin wayang walang?"
Tiba-tiba, Roetji tantrum, karena Mamah tidak memegang wayang walang persis seperti yang ia inginkan (sepertinya karena pengaruh ukuran jari, persis seperti ketika ia tantrum gara-gara saya memegang pesawat kertas tidak persis seperti yg ia mau).
Mendengar komentar bapak, saya buru-buru mencari hp jadul bapak, yang ada senternya. Dan, Roetji berhenti menangis dan asyik bermain wayang. Wayang walang, wayang bebek, wayang kepala beruang :)

Rabu, 23 Oktober 2013

Mandi yg Seru

Sudah beberapa hari ini, Roetji sulit diajak mandi. Harus selalu ada 'acara' tertentu yg menarik. Alhasil, tiap kali mandi, kami selalu bikin 'percobaan' yg selalu dikomentari Roetji: "dados napa nggih?" (berubah jadi apa ya?). Cukup banyak yg sudah kami 'uji coba' di kamar mandi:
1. bikin balon sabun - ini sih standar banget lah ya
2. nyikat kamar mandi - awalnya pakai sampo 'clear', setelah beberapa kali, ganti pakai pasta gigi 'pepsodent family'. lumayanlah, lantai kamar mandi jadi bersih, hehehe...
3. bermain warna - pada awalnya, kami memakai pewarna makanan yg botolan, tapi Roetji main langsung tuang. hadeeh, boros nih, lha harga per botolnya Rp 2700,-. Putar otak, ubek2 stok, nemu kertas krep sisa dekorasi ulang tahunnya Roetji kemarin. Tapi kok ya Roetji langsung main campur2 warna, alhasil, kertas krep 1 bungkus cuma dipakai 2 kali. Putar otak lagi, mendadak dapat ide: pakai serbuk minuman kemasan saja, warna-warni dan cukup aman :). Lumayanlah, Rp 1.000,- dapat 3 bungkus = 3 kali percobaan. Dan, gampang banget, tinggal ke warung sebelah rumah, beres. Ini sekaligus mendidik Roetji, kalau Marimas itu untuk percobaan, bukan diminum, hehehe..
4. mengamati biji selasih - kebetulan punya biji selasih yg sudah apek. Sy ajak Roetji merendam biji selasih, menunggu dan mengamati perubahan yg terjadi. Roetji antusias menyadari biji selasih yg semula hitam, keras, kecil2, dan tenggelam di dasar mangkuk berubah menjadi seperti telur kodok, titik hitam dikelilingi selaput putih, lembut, dan bisa menari-nari di air ketika diaduk.
5. Peras agar-agar & kacang hijau - kali ini, kami menggunakan sisa adonan puding kacang hijau. Agar2 putih & biji kacang hijau, sy taruh di kalo (perasan santan). Lalu dituangi air, dan Roetji sy ajak meremas-remas adonan ini. Alhamdulillah, cara ini cukup bisa membuat Roetji jongkok cukup lama, dan jadi bisa 'pup' cukup banyak. Wuaaa... benar2 lega, setelah beberapa hari Roetji sembelit, cepirit, dan tidak mau jongkok.

Sabtu, 14 September 2013

Belajar HS dg Charlotte Mansion

 
Picture
“Kata-kata yang kita pilih dalam berinteraksi dengan anak-anak punya kekuatan untuk menyembuhkan atau menyakiti, menciptakan jarak atau memupuk keintiman, mengunci perasaan-perasaan atau menyentuh hati dan membukanya, untuk memperkuat ketergantungan atau memberdayakan.” Itulah pesan penting yang hendak Naomi Aldort sampaikan dalam sesi wawancara kesembilan Conscious Parenting Summit.

Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan psikologi, kita akan merasakan besarnya aura ‘penyembuh jiwa’ dari diri Naomi. Sebenarnya dia tidak pernah menyangka akan menjadi konselor pengasuhan anak kelas internasional seperti sekarang. Naomi dulu bersekolah di bidang musik dan bekerja sebagai guru piano. Namun, para orangtua dari murid-murid pianonya mendapati bahwa setelah les piano pada Naomi, anak-anak mereka mengalami perubahan perilaku yang mencolok, menjadi jauh lebih positif. Akhirnya para orangtua itu bukan sekedar minta les piano, tapi juga sesi konseling. Naomi sendiri terkejut melihat hasilnya: para orangtua dan anak-anak sembuh dari trauma masa lalu masing-masing dan memiliki koneksi batin satu sama lain yang jauh lebih erat.

Saya sudah membaca tuntas (bahkan bolak-balik) buku Naomi, Raising Our Children Raising Ourselves. Saya dapati buku ini betul-betul mengubah cara pengasuhan saya pribadi menjadi lebih positif! Ditambah uraian Naomi dalam sesi wawancara CPS kali ini, saya semakin memahami dan mengagumi satu resep sederhana yang Naomi rumuskan untuk menciptakan relasi orangtua-anak yang bebas konflik. Namanya adalah validasi emosi.

Apa itu validasi emosi? Kita menerima, menghargai, mengatakan “Ya, saya mengerti!” secara verbal ataupun non-verbal kepada setiap ekspresi emosional yang anak tunjukkan. Validasi berkebalikan dari negasi atau penyangkalan – entah itu tidak mau mengakui, meremehkan, merendahkan, atau menyuruh anak menyembunyikan perasaannya.

Contoh paling sederhana dari penyangkalan terjadi ketika anak kita jatuh. Lututnya mungkin merah. Kita pikir, tidak ada yang lecet, pasti tidak terlalu sakit (menurut kita). Tapi anak menangis keras-keras, seolah dunia mau runtuh, berlebihan (menurut kita). Maka apa yang akan kita katakan? “Diam, gitu aja nangis!” “Sudah, tidak apa-apa, sebentar juga sakitnya hilang!” “Kan nggak lecet, nggak terlalu sakit itu!” “Ngapain sih nangis keras-keras? Cengeng banget kamu!” Jadi, kita menyangkal perasaan anak. Dia merasa sakit, tapi kita memaksanya untuk yakin bahwa dia tidak sakit. Dia membayangkan sakit itu akan berlangsung lama, dan kita berkeras bahwa sakit itu cuma sebentar. Lalu kita menyuruh mereka untuk berhenti menangis, padahal mereka merasa ingin menangis. “Dan anak-anak tidak punya kendali atas keinginan menangis itu,” kata Naomi.

Setiap penyangkalan semacam ini, entah disampaikan secara halus maupun kasar, membuat anak-anak jadi tak kenal diri dan perasaan-perasaan mereka sendiri, bahkan merasa bersalah atas emosi mereka. “Aku tak boleh menangis! Aku tak boleh sedih! Aku tak boleh marah!” dan seterusnya. Sangat tidak sehat secara emosional baginya dalam jangka panjang. Selain itu, penyangkalan memblokir koneksi batin antara anak dan orangtua. Anak merasa bahwa orangtua tidak menerima dirinya apa adanya, hanya mau melihat yang baik-baik saja, tidak mempercayai perasaannya. Tak heran ia di kemudian hari belajar untuk menyembunyikan perasaannya dari orangtuanya, dan makin lama orangtua dan anak makin tidak mengenal satu sama lain – dan makin banyak konflik yang muncul!

Sekarang bandingkan dengan teknik validasi emosi. Anak jatuh, lututnya merah, dan ia menangis keras-keras. Kita menduga-duga kebutuhan apa sebetulnya yang anak ingin ekspresikan lewat tangisan itu. Kita menemaninya selama dia menangis dan tidak berusaha menghentikan tangisan itu. Kita memandang dan mendengar semua isakannya dengan penuh perhatian sambil kita gambarkan pengalamannya dan terima perasaannya, “Kau tadi lari-lari, tersandung batu, lalu jatuh. Lututmu terantuk, tentu sakit. Apa kau ingin Mama memelukmu?” atau “Kemarin waktu Mama jatuh, rasanya juga sakit sekali. Nah, Mama ada di sini. Kau ingin lututmu diplester?” Atau “Wah, kau jatuh. Kau butuh bantuan? Oh, kau ingin bermain lagi? Baiklah.”

Pada dasarnya, anak itu tangguh secara emosional dan tidak suka berlama-lama berkubang di perasaan tertentu, asalkan dia yakin bahwa dia dimengerti. Ketika perasaannya divalidasi, anak – yang masa lampaunya tidak banyak trauma – dengan cepat akan melewati perasaan negatifnya lalu kembali ke mood gembira. Namun, kalau sebelumnya anak sering disangkal, barangkali dia akan butuh menangis dulu lebih keras atau lebih lama untuk melepas luka-luka lamanya. Tidak perlu dihentikan. Tetaplah menemani dan mendengar dengan sabar sampai dia betul-betul puas mengungkapkan pendaman emosinya. Peluk dia, tanpa banyak bicara.

Namun, peringatan keras: jangan mendramatisir situasi! Validasi bukan dramatisasi. “Aduh, sakit sekali ya! Kasihan sekali kamu! Dasar batu nakal! Huh, nih, Mama sudah pukul batu ini, yang bikin kamu jatuh. Ya ampun, sampai lecet begitu? Sayangku, hei, hei, Pa, sini lihat, dedek luka nih gara-gara jatuh!” Dramatisasi semacam itu akan membuat anak menangis lebih keras, bukan karena dia butuh menangis, tapi karena dia dibuat yakin bahwa situasinya lebih mengerikan dari yang dia rasakan. Dan barangkali lain kali dia akan menangis keras-keras semacam itu hanya karena merasa senang dengan segala perhatian yang ia peroleh dari tangisannya. Siapa bilang anak-anak itu bodoh? :)

Picture
Teknik validasi emosi musti berangkat dari dua prinsip penting: sikap percaya dan respek orangtua terhadap anak. Teknik ini akan kontraproduktif ketika orangtua meyakini bahwa “anak-anak terlahir liar dan harus dijinakkan”, karena itu akan menciptakan atmosfir menang/kalah. Pengasuhan anak menjadi pertarungan kehendak, siapa yang lebih kuat, lebih ngeyel, lebih keras suaranya, dia yang menang!

Naomi menyarankan agar, ketika berurusan dengan anak, orangtua membayangkan dia sedang berhadapan dengan tamu atau sahabat orang dewasa yang dia hormati. Kita tidak mungkin membentak-bentak tamu seperti itu, bukan? Kita tidak mungkin merebut barang dari tangannya sambil menjewer telinganya atau menyeretnya masuk ke rumah, bukan? Katakanlah sahabat kita itu duduk di kursi roda dan tidak bisa berkegiatan seterampil kita, kita tetap akan menghormatinya. Begitu pula, anak-anak. Mereka mungkin berbadan lebih kecil, belum terampil mengerjakan tugas-tugas harian, belum bisa membaca, tapi kalau kita betul-betul percaya bahwa anak itu terlahir sebagai manusia yang berderajat setara dengan kita, maka kita pun akan memperlakukannya penuh respek.

Apakah atas nama respek, lantas kita harus membiarkan anak bertingkah semaunya? Tentu saja tidak. Orangtua memperoleh kehormatan untuk menjadi pembimbing setiap anaknya. Dalam hal ini, Naomi Aldort dan Charlotte Mason punya titik temu yang mencolok. Keduanya sama-sama menganjurkan respek penuh pada kepribadian anak, dengan tetap memelihara kesadaran bahwa anak bukan orang dewasa. Anak belum sepenuhnya tahu apa yang baik dan apa yang buruk dan kekuatan moral mereka untuk memilih yang baik relatif lemah, jika di hadapan mereka digelar pilihan-pilihan yang buruk. Maka, orangtua harus bijaksana membantu anak membuat pilihan-pilihan yang baik.

Misalnya, Naomi tidak setuju jika orangtua memberikan terlalu banyak alternatif kepada anak batita. “Kamu mau pakai topi yang merah atau yang putih atau yang hijau?” Itu akan membuat anak kewalahan dan dia menghabiskan energinya untuk pilihan yang tidak penting. Lebih baik, kata Naomi, “Pilihkan dan langsung pakaikan saja satu topi ke kepalanya, kecuali dia memang minta memakai topi yang lain.”

Pesan moral dari contoh di atas: menghargai pilihan anak bukan berarti kita harus selalu menyediakan banyak pilihan baginya. Dan dalam hal tertentu, bisa jadi anak tidak punya pilihan sama sekali, seperti dalam hal hukum kesehatan. Anak belum bisa memahami bahwa makan permen itu tidak sehat. Ketika dia makan permen, itu bukan pilihan yang dibuat secara sadar, hanya hawa nafsu yang dia belum bisa kelola. Maka, orangtua perlu membuat aturan: tidak boleh makan permen. Ketika anak menangis ingin permen? Validasilah perasaan sedihnya, tapi tetap jauhkan permennya. Dan kalau memang Anda membuat aturan “kita tidak makan permen” ya jangan ajak dia ke toko permen! Jangan berikan stimulasi yang melampaui kemampuan anak untuk menanggungnya. Jangan ekspos anak pada situasi-situasi menggoda yang membuat ia sulit mengendalikan dirinya.

Picture
Nah, sekarang kita akan bicara kendala yang paling besar untuk melaksanakan teknik validasi emosi ini. Kendala itu tak lain adalah diri kita sendiri! Kita terlalu gampang naik darah, terlalu cepat melontarkan kata-kata pedas, tangan kita terlalu cepat bergerak, mata kita terlalu cepat melotot, emosi kita terlalu mudah meledak … itulah kendala terbesar yang musti kita tangani lebih dulu. Bagaimana caranya?

Bayangkan pikiran kita adalah layar komputer. Ketika anak kita menangis atau tantrum atau rewel atau apa pun bahasa kita untuk itu, di layar benak kita akan bermunculan jendela-jendela (windows) yang bertuliskan pikiran-pikiran buruk. “Kurang ajar!” atau “Dasar cengeng!” atau “Tidak tahu diri!” atau “Pengganggu!” dan seterusnya. Semua pikiran buruk ini barangkali adalah kata-kata yang dulu kita dengar dari orangtua atau orang-orang di sekitar kita ketika kita masih kecil. Mungkin juga itu muncul dari ketakutan-ketakutan lain yang tersembunyi dalam diri kita.

“Program-program lama ini menyuruh kita mengatakan atau melakukan sesuatu yang buruk kepada anak. Kalau kita langsung menuruti perintah mereka itu, kita pasti menyesal!” amar Naomi. Jadi, langkah penting sebelum melakukan validasi emosi adalah tutup semua jendela program-program lama yang bermunculan di kepala kita itu. Tarik nafas, tahan diri sampai semuanya reda, baru setelah itu kita akan terhubung dengan kesadaran tentang apa yang sebaiknya dikatakan atau dilakukan. Kita akan terhubung dengan diri kita yang sejati – sisi ‘orangtua bijak dan penuh cinta’ yang menjadi gambaran ideal kita. Tentu saja butuh praktek dan kemauan keras untuk berubah di sini. Itulah yang Naomi maksudkan ketika berkata: mendidik anak sama dengan mendidik diri sendiri, raising children is raising ourselves.

“Yang kita perlu lakukan adalah meningkatkan kepekaan tentang apa yang terjadi dalam diri kita sendiri maupun anak kita, merawat apa yang ada, terkoneksi dengan anak, bersikap respek dan mempercayai anak. Maka kita akan mendapatkan anak yang berperilaku manis bukan karena kita menakut-nakutinya, bukan karena dia takut kita marahi atau berusaha menyenangkan kita supaya disayangi. Namun, kita memperoleh anak yang bahagia dan damai, yang berperilaku sepenuhnya baik karena keinginannya sendiri, atas pilihan bebasnya sendiri, sebab perlakuan orangtuanya padanya memungkinkan itu!”

Demikian sekilas sinopsis dari sesi wawancara #9 CPS. Masih tersisa beberapa sesi lagi yang juga menantang keyakinan dan pikiran sampai tanggal 1 Agustus 2012 mendatang. Jika tertarik Anda bisa berkunjung ke situsConscious Parenting Summit 2012. Oh ya, sekedar informasi, apabila Anda membeli produk di situs CPS ini, entah video, buku, atau transkrip wawancara, sebagian dari dana Anda akan didonasikan pada Yayasan Bumi Sehat yang dikelola Robin Lim.
penulis: Ellen Kristi (praktisi pendidikan berbasis rumah dg metode charlote mansion)

Belajar dari Rheynald Khasali

Kita tentu tak menyangka bagaimana mungkin seorang bocah berusia 13 tahun sudah dilepas membawa mobil sendiri pada tengah malam. 

Memang ia ditemani seseorang, tetapi ia juga masih terbilang bocah. Bukan mengemudi di dekat rumah dengan pengawasan orang tua, melainkan di jalan tol, menempuh jarak yang terbilang jauh. Dan apesnya, enam orang tewas, dan beberapa anak langsung menjadi yatim piatu. Ini tentu sangat memprihatinkan. Namun setiap kali melihat bagaimana masyarakat mendidik anak-anak, saya sebenarnya sangat khawatir. Tak dapat dipungkiri, tumbuhnya kelas menengah telah menimbulkan gejolak perubahan yang sangat besar. 

Namun reaksinya sangat ekstrem: Yang satu mengekang habis anak-anak dengan dogma, agama dan sekolah sehingga melahirkan anak-anak alim yang amat konservatif, yang satunya memberi materi dan servis tiada batas, sehingga menjadi amat liberal. Di segmen atas anak-anak diberikan mobil, di bawah menuntut dibelikan sepeda motor meski usianya belum 17 tahun. Kebut-kebutan menjadi biasa, korban pun sudah sangat sering berjatuhan. Karena mereka bukan siapasiapa maka kecelakaan dan kematian yang ditimbulkan tidak masuk dalam orbit media massa. Kematian yang ditimbulkan Dul mengirim sinyal penting bagi kita semua. 

Business Class 

Di pesawat terbang, mungkin hanya di Indonesia, Anda bisa menyaksikan keluarga-keluarga muda membawa anak-anaknya duduk di kelas bisnis. Dua orang baby sitter, duduk sedikit di belakang, takjauhdari bataskelas eksekutif mengawal anak-anak yang sudah bukan bayi lagi itu. Di masa liburan, bukan hal aneh menemukan keluarga menunggu di business lounge, dan naik pesawat dengan tiket termahal. 

Sayang sekali, cara makan anak-anak belum dididik layaknya kelas menengah. Berteriak-teriak di antara kalangan bisnis, makan tercecer di jalan, dan di atas pesawat memperlakukan pramugari seperti pembantunya di rumah. Sebentar-sebentar bel dipijit, dan pramugari bolak-balik sibuk hanya melayani dua orang kakak-beradik yang minta segala layanan. Menjelang tiba di tujuan, orang tua baru mulai menyentuh anak-anaknya, dibantu baby sitter yang terlihat gelisah. Orang tua mereka umumnya adalah pemilik areal pertambangan, pedagang, atau ada juga seleb-seleb muda yang belakangan banyak bermunculan. Ayah dan ibu memilih tidur. 

Jarang ditemui percakapan yang memotivasi, atau mengajarkan sikap hidup. Paling banter, mereka bermain video game, dari iPad yang dibawa anaknya. Padahal di luar negeri, iPad adalah alat kerja eksekutif yang dianggap barang mewah. Kesulitan orang tua tentu bukan hanya berlaku bagi kelas menengah saja. Di taman kanak-kanak yang diasuh istri saya di Rumah Perubahan, di tengah-tengah kampung di dekat Pondok Gede hal serupa juga kami temui. Belum lama ini sepasang suami-istri menitipkan anaknya untuk sekolah di tempat kami, dan setelah mengecek status sosial-ekonominya, anak itu pun diputuskan untuk diterima. 

Namun ada yang menarik, setelah diobservasi, anak berusia lima tahun itu seperti belum tersentuh orang tuanya. Ia seperti rindu bermain, motorik halus dan kasarnya belum terbentuk, jauh tertinggal dari temanteman sebayanya. Setelah dipelajari dan orang tua diajak dialog, kami menjadi benarbenar paham pergolakan apa yang tengah terjadi dalam masyarakat kita. Orangtuaselalu mengatakan, “Saya bekerja keras untuk menyiapkan masa depan anak-anak. Saya juga sering mengajak mereka berlibur”. Namun, anak-anaknya menyangkal semua pemberian itu. 

Faktanya, anak-anak tak terbentuk. Sikap sosialnya, termasuk modal dasar yang disebut para ahli pengembangan anak sebagai executive function dan self regulation tidak terbentuk. Orang tua hanya fokus pada kemampuan anak berhitung dan membaca. Padahal, mereka juga harus pandai mengelola “air traffic control” yang ada dalam pikiran anak-anaknya agar kelak mampu menjadi insan mandiri yang bertanggung jawab. 

Executive Function 

Anak-anak kita menghadapi dunia baru yang benar-benar berbeda dengan kita, sehingga mudah sekali “berpaling” dari hal-hal rutin seperti sekolah dan belajar. Mereka hidup dalam dunia yang penuh dengan “gangguan” (distraction) seperti sosial media dan telekomunikasi yang saling bersahutan. Kita semua akan sangat kesulitan menjaga dan membimbing anak-anak kita bila modal dasar executive function tidak ditanam sejak dini. Apalagi bila sekolah hanya fokus pada angka dan huruf, seakanakan pengetahuan dan rumus adalah segala-galanya. 

Menurut berita yang saya baca, Dul ternyata sudah sejak Juni lalu tak sekolah. Saya tak tahu tentang kebenaran berita ini. Tetapi Minggu dini hari dia masih mengendarai mobil, mengantar pacar lewat jalan tol, tentu mengindikasikan anak itu (ini juga bisa terjadi pada anak-anak kita, bukan?) telah hidup dalam abad distraction, sulit untuk fokus sekolah dan belajar. Studi-studi tentang executive functiondalam child development antara lain banyak bisa kita temui dalam buku dan video yang diberikan psikologpsikolog terkemuka, seperti Ellen Galinsky dan Debora Philip. 

Mereka menemukan, di abad ini, anak-anak perlu mendapat fondasi hidup yang jauh lebih penting dari sekadar tahu angka dan huruf. Anak-anak itu perlu dilatih tiga hal: Working memory, Inhibitory Control,dan Mental flexibility. Ketiga hal itulah yang akan membentuk generasi emas yang bertanggung jawab dan produktif. Mereka sedari dini perlu dibentuk cara bekerja yang efektif, fokus, tahu dan bekerja dengan aturan, sikap positif terhadap orang lain, mengatasi ketidaknyamanan, dan permintaan yang beragam, serta cara mengelola informasi yang datang bertubitubi. 

Pikiran mereka dapat diibaratkan menara Air Traffic Control di Bandara Cengkareng dengan ratusan pesawat yang datang dan pergi, semua berebut perhatian dengan sejuta masalah yang harus direspons cepat. Maka itu, masalah Dul bukanlah sekadar masalah Ahmad Dhani yang menjadi seleb, atau masalah keluarga broken home. Ini adalah masalah kita bersama, masalah yang dihadapi anakanak kita. Dari kita yang tidak fokus dan sibuk mencari uang atau mengurus orang lain. Kita yang dibentuk oleh sistem pendidikan model revolusi industri yang masih berpikir cara lama.

Ditambah guru-guru yang juga banyak tidak fokus, tidak paham problem yang dihadapi generasi baru, yang punya ukuran kecerdasan menurut versi mereka sendiri, dalam model persekolahan yang materialistis dan old fashion. Sekolah yang menjenuhkan dan tidak membuka fondasi yang diperlukan anak-anak sehingga mereka lari dari rutinitas. 

Ini pun sama masalahnya dengan orang tua yang lari dari dunia nyata dan berlindung dalam benteng-benteng dogma dengan menyembunyikan anak dari dunia riil ke tangan kaum konservatif yang menjadikan anak hidup dalam dunia yang gelap dan steril. Anak-anak kita perlu pendekatan baru untuk menjelajahi dunia baru. Mereka perlu dilatih keterampilanketerampilan hidup, fokus dan selfregulations, menjelajahi hidup dalam aturan, yang ditanam sedari usia dini.
sumber: http://koran-sindo.com/node/329673

Rabu, 11 September 2013

Kumpulan Resep Untuk Dicoba

Yeay..akhirnya nemu resep cake gff yg oke,
Link : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151625120032354&set=o.208836479136874&type=3&theater

Gluten Free Chiffon cake tanpa gula, tanpa baking powder. 
(by Lina Widjaja, via HHBF)

15 gr tepung beras
5 gr tepung maizena
5 gr minyak
30 gr pisang, dilumatkan
1 telur kuning
1 telur putih

Cara membuat:

Ayak tepung beras dan tepung maizena. Aduk rata.
Campur minyak dan pisang. Aduk rata. Tuang sedikit – sedikit ke campuran tepung sambil diaduk rata.
Tambahkan kuning telur. Aduk sampai licin. Sisihkan.

Di mangkok lain, kocok putih telur sampai mengembang (tes dengan cara mangkok mixer di jungkir balikin, kalo putih telur nya ga meleset turun, berarti sudah siap)
Tuang ke campuran tepung sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
Tuang adonan di kertas muffin, (isi 1/2 aja yah, soalnya ntar kalo ngembang di oven malah luber.).
Oven dengan api bawah suhu 170 derajat Celsius 30 menit sampai matang.


Ini resep oke, menarik utk dicoba bikin jadi gff
bolu kukus ubi ungu 
(by: Nailah Assagaf, via HHBF)
bahan :
-telur ayam 2 butir
-gula pasir 50 gr (atau sesuai selera, untuk dibawah 1 thn boleh skip ya)
-tepung terigu 60 gr
- minyak goreng/eloo 2 sdm
-ubi ungu dan ubi mentega (saya pakai masing masing sebelah di kukus dan dihaluskan)

cara membuat :

mixer telur dan gula sampai mengembang (test dgn cara diangkat klw sudah tidak menetes berarti sdh mengembang)

tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil di mixer pelan

tambahkan ubi dan minyak, mixer pelan sampai tercampur rata.

taruh dalam loyang yg sdh dioles mentega/minyak.

panaskan panci untuk mengukus. Setelah panas, masukkan adonan. jangan lupa bungkus dgn serbet penutup panci nya ya bunda, agar air tidak menetes masuk ke adonan.

kukus kurleb 20 menit. tes tusuk kalau sdh tidak menempel berarti sudah matang.


*untuk variasi boleh menggunakan labu parang/kaboca kukus, wortel kukus parut halus, atau pisang di cacah halus.. 

Sabtu, 07 September 2013

Catatan tentang tumbuh kembang Roetji

Roetji Noor Soepono lahir tanggal 25 November 2010. Beberapa hari setelah letusan besar Gunung Merapi. Selama di kandungan, Roetji saya ajak sibuk. Membuat event Javasranang untuk tesis saya, kerja bersama Yayasan Kampung Halaman dan GERKATIN Solo, dan kemudian ngungsi ke Semarang ketika hujan kerikil Merapi sampai di rumah kami.
Sejak kehamilan umur 4 bulan, dokter memprediksi saya kena plasenta previa. Diawali dengan flek ketika mempersiapkan pernikahan Mbak Ratmi, pembantu di rumah kami. Kata dokter, mungkin plasenta yang menutupi jalan lahir bisa mengecil seiring waktu, tapi ternyata ketika kontrol terakhir tetap saja si plasenta tidak mau minggir dari jalur lahir. Dokter Merry bilang: "Ya gak papa sih kalau mau dipaksain lahir normal, tapi mungkin cuman sampai bukaan kedua, setelah itu pendarahan". Glek. Otomatis, kami menyetujui caesar.

Ilmu menjadi orangtua

Alhamdulillah, kami jadi orangtua di era internet. Itu artinya, kami bisa belajar ilmu-ilmu parenting di rumah, gratis, dan bisa sambil main bersama Roetji :)
Sementara ini, saya belajar parenting di laman2 berikut:
https://www.facebook.com/groups/Preschool.On.Line/
https://www.facebook.com/groups/donobaswardonoparenting/


resep jadi KOKI Sehat Rumah Kami

Sebelum jadi ibu, saya nyaris anti dapur alias tidak pernah memasak. Itulah mengapa, meskipun ibu saya jago masak, punya catering, dan punya warung, saya tetap tidak bisa memasak. Hiks...
Alhamdulillah, Roetji membawa pencerahan bagi kami. Sejak ia berumur 6 bulan, kami berkomitmen untuk mengatur asupan gizinya. Kami usahakan semaksimal mungkin makanannya adalah makanan rumahan, hasil olahan di dapur ibu saya (ya iya lah, lha wong kami masih numpang di rumah ibu).
Tidak sekedar makanan rumahan, tapi sebisa mungkin menjadi makanan rumahan yang sehat dan bergizi. So, saya jadi rajin nge-google, belajar melalui grup2 kesehatan atau pun grup2 kuliner di FB. Ini dia beberapa link yang bisa diandalkan jadi inspirasi:
http://realsustenance.com
http://www.marthastewart.com
https://www.facebook.com/groups/hhbabyfood/
https://www.facebook.com/groups/naturalbreadclub/
https://www.facebook.com/groups/dapursehatibu/
https://www.facebook.com/DapurSehatBubu
https://www.facebook.com/groups/79304268386/
https://www.facebook.com/benecdita.nanik?fref=ts
https://www.facebook.com/cindy.anggara?fref=ts
https://www.facebook.com/groups/48428456886/ (grupnya natural cooking club)
https://www.facebook.com/groups/321951547912143/ (grup berbagi pengalaman hidup sehat dg FC)
https://www.facebook.com/groups/TanpaGluten/
https://www.facebook.com/groups/klinikmasakangagal/
https://www.facebook.com/groups/LaFemmePatisserie/
https://www.facebook.com/groups/289882697696204/ (grup cooking fun)
https://www.facebook.com/groups/172601936151172/ (grup wied harry)
https://www.facebook.com/groups/119347071490487/ (grup pawon ibu)


Jumat, 06 September 2013

Persiapan ber-HOMESCHOOLING

Persiapan ber-HOMESCHOOLING itu artinya banyak. Salah satunya, ya nge-google, cari2 info dan pengalaman keluarga Indonesia yang sudah ber-HS. Eh, di grup FB Indonesiahomeschooler, ada yang sharing sumber2 ber-HS. Ini dia:
H O M E S C H O O L I N G   R E S O U R C E S
Daftar alamat situs-situs edukasi (gratis) di internet, 
sebagian besar dikutip dari posting-posting di milis sekolah rumah, asahpenaindonesia dan asahpena_indonesia.
 
1.
http://www.lessonplanspage.com/
Sumber pelajaran yang dibagi berdasarkan subject : math, science, social studies, music dll.  Setelah pilih subjek, kita pilih level : Kindergarden,1st grade dll.  Lalu baru dibagi menurut sub-subjek.  Contoh: subjek science dibagi lagi menjadi astronomy, biology dll.  Setiap lesson plan dengan jelas dijelaskan objectivenya, activitynya dll.
Resource yang mudah digunakan karena pembagian yang berdasarkan subjek dan level itu.
2.
http://www.thehomeschoolmom.com/schoolroom/
Berbagai sumber pengajaran, dikategorikan berdasarkan topic.  Ada tentang geography, tentang negara-negara, astronomy, history, serangga atau apa aja.  Begitu klik di topik yang kita inginkan, akan nyambung ke website lain yang isinya bahan pelajaran tentang topik itu.
3.
http://www.ilovethatteachingidea.com/
Kumpulan ide-ide pelajaran dari guru, moms etc.  Ide-ide dibagi menurut topik subjek : art, science, social studies, ide untuk field trips dll.  Setiap ide juga disertai grade (cocok untuk kindergarten atau grade 1 dll).  Contoh under art ada cara membuat vas bunga dari botol, membuat bunga dari cereal dll.
4.
http://www.teachyourchildrenwell.org/
di sini banyak materi-materi juga.., bisa bikin worksheet math dll.  Ada juga maze maker.  Tau kan anak-anak suka banget ngerjain maze (mencari jalan) di majalah majalah, di sini kita bisa design maze, terus di print buat anak-anak (bisa diatur tingkat kesulitan mazenya).  Ada colouring pages juga.
5.
http://www.homeschoolzone.com/
http://www.homeschoolzone.com/pp/index3.htm
Di website homeschool ini ada beberapa arts and crafts yang dibagi menurut festivities season (Christmas, Halloween dll).  Juga ada recipes.
6.
http://www.homeschoolmath.net/
Ini resources math untuk homeschooler.  Bisa print math worksheet dari sini yang kita design sendiri sesuai level anak kita.
7.
http://www.homeschoolfreestuff.com/
Ini tempat mendaftar untuk mendapatkan free email issue yang berisi homeschool resources tiap minggunya.  (materinya tidak ada di sini, tapi jika kita daftarkan email kita, setiap minggu akan dikirimi materi: kurikulum, worksheet dll.  Ada contoh issue-nya.)
8.
http://www.earthlife.net/
Website berisi ini itu tentang hewan (kupu-kupu, burung, ikan dan hewan bertulang belakang)  Contoh tentang burung bisa belajar tentang jenis-jenis burung bahkan jenis-jenis dari sarang burung dll.  Cukup banyak tentang hewan yang bisa dipelajari dari sini.
9.
http://homeschooling.gomilpitas.com/materials/Free.htm
Link ke buanyak website-website lain yang semuanya tentang homeschool.  Ada artikel, ada materi, lesson plans dll.
http://homeschooling.gomilpitas.com/explore/animals.htm
Animal biology for kids.  Situs tentang hewan.
10.
http://www.amblesideonline.org . A free Charlotte Mason online curriculum
Great Literature at Your Fingertips...
They have a listing of suggested literature readings for each grade level with links to an online version of most of the children's classic books. You can read them online or you can download them to read at your convenience or you can print them out to read away from the computer.  It is a great way to have access to affordable great literature!  At most the costs are paper, ink, and time.
Ambleside also has a great article on printing etexts here: http://www.amblesideonline.org/etexts.shtml
11.
Also here are some links to sites that have online books or e-texts:
   a.. http://www.worldwideschool.org/library/catalogs/bysubject-top.html
   b.. http://etext.lib.virginia.edu/subjects/Young-Readers.html
   c.. http://etext.lib.virginia.edu/collections/subjects/
   d.. http://www.bartleby.com/
   e.. http://www.knowledgerush.com/
   f.. http://etext.lib.virginia.edu/ebooks/
   g.. http://www.bibliomania.com/
   h.. http://www.gutenberg.org/
   i.. https://www.edline.net/pages/Catholic_Central_High_School/Classes/03842501/library 
   j.. http://classicbook.info/
   k.. http://www.anova.org/
   l.. http://www.perseus.tufts.edu/
   m.. http://www.infomotions.com/etexts/literature/english/1800-1899/
   n.. http://digital.library.upenn.edu/books/
   o.. http://falcon.jmu.edu/~ramseyil/online.htm
   p.. http://falcon.jmu.edu/%7Eramseyil/online.htm
   q.. http://www.harrold.org/rfhextra/books.html
I hope this is helpful to anyone who wants to provide the classics for their children but can't afford to buy them all.
12.
www.childrensbooksonline.org. 
buku-buku bacaan bagus untuk anak prasekolah dan sekolah yang dapat didownload dan diprint.
Yang sudah ada teks terjemahan Indonesia adalah "About Bunny", yang ditulis oleh Gladys Nelson Muter; dan diberi gambar yang cantik oleh F. Y. Cory. Buku itu diterbitkan tahun 1924, dan ditujukan untuk Early Readers (yang mungkin belum bisa membaca). Sambil mendengarkan kisah Si Kelinci, anak belajar menghitung  ,;sampai dengan 5.
13.
http://www.nationalgeographic.com/kids/activities/index.html#science
14.
www.letteroftheweek.com  atau www.universalpreschool.com 
untuk anak 2thn - 8thn:
15.
Robinson Curriculum (www.robinsoncurriculum.com )
kurikulumnya lengkap banget sampe highschool dan murah banget, USD 195, tapi bentuknya di CD, jadi perlu di print gitu.  kurikulum ini dirancang supaya anak bisa belajar secara mandiri, "teach your children to teach themselves" yang merancang seorang profesor single dad dengan 6 anak.
16.
Hands on homeschooling (www.handsonhomeschooling.com )
harganya USD 85 / kurikulum untuk satu tahun, untuk usia 2-5 tahun.Bentuknya Binder dan lengkap dengan lesson plan. Jadi aku liat sih orangtua benar-benar tinggal praktekkin aja based on curriculum.
17.
Oak Meadow (www.oakmeadow.com )
    Oak Meadow merupakan school online, tapi bisa juga hanya menjual kurikulumnya, bisa dikirim bisa online. Bagusnya, dia sudah terakreditasi, menyediakan konsultasi/petunjuk dari guru (via telpon atau online), menyediakan jasa penyusunan portfolio, dan bahkan sertifikat. 
Sistem bayarannya bisa perbulan(USD 35) atau pertahun (USD 350)
18.
time4learning (www.time4learning.com ) 
untuk belajar bahasa inggris dan matematika dengan cara yang fun, Sistemnya berlangganan USD 19.99/bulan, karena akses online.
http://www.time4learning.com/homeschool-curriculum.htm 
preK - 8) completely online, web-based standards-aligned curriculum, includes interactive, self-paced lessons, activities, printable worksheets, learning games, and assessments, children may work at different levels in different subjects, text narration option included, focus is on language arts and math with social studies and science provided as a "bonus", educational content provided by 

  CompassLearning® Odyssey, also known as "ChildU", monthly subscription
19.
The Yuckiest Site On the Internet is another goodie: http://yucky.discovery.com/flash/
20.
Discovery Kids Gross Stuff : http://www.discoverykids.ca/gross/index.asp
21.
Ask Dr. Universe is a really cool site http://www.wsu.edu/DrUniverse/Contents.html
22.
For info on how things work - including toilets: http://home.howstuffworks.com/toilet.htm
23.
tentang ide reward, sebelum maju memutuskan untuk menggunakan rewards apapun bentuknya itu entah pujian, behaviour chart, sticker chart dllnya, saya ingin membagi pengalaman saya ketika membaca artikel ini
http://www.naturalchild.org/robin_grille/rewards_praise.html
http://www.naturalchild.org/jan_hunt/rewards.html
10 techniques to shape children's behaviour
http://en.allexperts.com/q/Early-Childhood-Education-2819/Using-Behavior-charts.\htm
24.
KidsHealth.org is a great site: http://www.kidshealth.org/kid/talk/yucky/earwax.html
There are lots of good websites for kids that answer questions about earwax, boogers, flatulence, etc. Most are for kids 6 and up, but could easily be paraphrased by you so that your child understands.
25.
homeschooling untuk anak-anak berkebutuhan khusus :
http://homeschooling.gomilpitas.com/weblinks/specialneeds.htm
http://www.nathhan.com/
http://www.bayshoreeducational.com/special.html
26.
New York Public Library: http://kids.nypl.org/
Tersedia Ribuan buku anak-anak dalam 3 bahasa inggris, perancis dan spanyol. Talking booknya terutama bermanfaat bagi HSer yang belum bisa membaca atau orangtua yg tidak percaya diri untuk bisa membacakan buku berbahasa inggris.
27.
International Children's Digital Library: http://www.childrenslibrary.org/
Tersedia 1.100 buku dari berbagai belahan dunia. Dari yang berbahasa cina sampai arab, hindi bahkan swahili. Tidak ada menu talking book.
28.
www.pbskids.org/zoom/printables/activities/ 
www.spartechsoftware.com/reeko/ 
www.exploratorium.com/explore/handson.html 
29.
http://homeschoolindonesia.blogspot.com/
http://primary2homeschool.blogspot.com
http://primary3homeschool.blogspot.com
situsnya da hye, homeschooler Indonesia yg tinggal di tangerang. Berisi informasi dan link ke situs-situs pendidikan
30.
www.evan-moor.com 
Ada ratusan buku dari berbagai level/subject di sana. Meskipun harga downloadable/printable ebooknya mahal sekali, kita tetap bisa menikamati versi onlinenya dengan  real viewer tanpa harus membeli, termasuk  yang berupa buku cerita. Siapa tahu bisa mendapatkan ide/inspirasi.
31.
http://www.make-stuff.com/
Website unik yang memberitahukan bagaimana membuat ini itu. Ada banyak ide ide kreatif membuat ini itu dari bahan-bahan sederhana, ide menggunakan "sampah" atau barang bekas dan ide lain yang bisa digunakan. Dibagi menjadi beberapa kategori: cooking, gardening, kid stuff dll. 
Di bagian kid stuff ada arts and craft, cooking dll. Contoh projek: membuat kapur tulis dari kulit telur ayam (eggshell chalk), membuat bermacam macam cat (Basic paint,finger paint etc) untuk anak-anak, dll. Projek yang bertanda logo makestuff hanya untuk member. Projek yang tidak bertanda logo adalah free.
32.
http://www.things2make.com/
Dibagi menjadi projek untuk anak under six dan above six years old. Ada 30-40 aktivitas di tiap kategori, lengkap dengan instruksi yang beranimasi! Contoh aktivitas untuk Ander 6 : Fish racing (menggunting bentuk ikan dari karton, lalu setiap anak mengadu cepat ikannya dengan cara meletakkan ikan di lantai dan mengipasi dari belakang. Siapa yang mencapai finísh line lebih dulu menang.) Instruksinya sangat jelas karena bergerak.
33.
http://www.edbydesign.com/
Education by Design. Website dengan banyak aktivitas yang educational dan fun seperti mempelajari lukisan lukisan terkenal, ada drawing board di mana anak bisa mencoba menjiplak lukisan terkenal (picasso etc.) online (lalu di print). Juga ada math games dan children stories.
34.
http://www.activityvillage.co.uk/
Website yang bagus. Banyak sekali aktivitas untuk anak. Dibagi dalam banyak kategori seperti arts and crafts, coloring, sudoku, origami, recipes dll.
35.
http://www.grandpapencil.com/
Online magazine buat anak anak. Ada 60-an aktivitas (membuat setter holder dari paper plate, membuat frisbee dari paper plate, dll), ada beberapa games yang bisa dimainkan dengan benda benda yang ada di rumah, aktivitas art, coloring dll.
36.
http://www.holidaycrafts4kids.com/
crafts, puzzles dll untuk anak usia 4-7, untuk tiap bulan dalam setahun, diatur menurut tema. Misalnya di bulan january, ada aktivitas bertema winter seperti: membuat snow man dari sarung bantal, dll.
37.
http://www.avalon-arts.com/studio/ideas.html
Aktivitas yang berhubungan dengan art. Ada resep-resep membuat playdough, cat dll. Di bagian painting ada aktivitas melukis dengan squirt water color painting (melukis dengan cara menyemprotkan cat air dari botol).
38.
http://www.craftown.com/kids.htm
60-an children craft project seperti membuat photoframe, collage dll.
39.
http://ausinternet.com/ettamogah/kids.htm
Beberapa activitas yang berhubungan dengan hewan-hewan di Australia seperti Word search (puzzle mencari nama-nama hewan di Australia), coloring (kangaroo, emu dan beberapa hewan lain), write a letter to Etta (koala) dll.
40.
http://www.cyfernet.org/hottopic/hobbymonth.html
Ada beberapa usulan aktifitas untuk anak (coloring, puppet show dll), dan banyak lagi link ke website yang berhubungan dengan aktivitas anak, juga ada usulan aktifitas untuk anak yang lebih besar.
41.
http://www.biology4kids.com/
Materi-materi dalam situs ini dibagi menjadi 6 kategori: tentang sel, mikro organisme, tumbuhan, hewan bertulang belakang, hewan tak bertulang belakang dan hewan lainnya. Setelah masuk ke salah satu kategori itu, ada general information tentang kategori itu, lalu bisa masuk ke subcategorinya.
42.
http://www.kidskonnect.com/Birds/BirdsHome.html
Situs khusus tentang burung.
43.
http://butterflywebsite.com/
Situs khusus tentang kupu-kupu.
44.
http://www.ivyhall.district96.k12.il.us/4TH/KKHP/1INSECTS/bugmenu.html
Amazing insects.  Gambar-gambar berbagai serangga beserta informasi tentang serangga itu.
45.
http://biology.usgs.gov/
http://biology.usgs.gov/features/kidscorner/kidscrnr.html
Di Kids corner dari situs tentang biology ini ada coloring sheet, quiz, stories dan fun projects (seperti membuat placemat dari daun, membuat photoframe dari kerang dll).
46.
http://fins.actwin.com/
Fish Information Service.  Situs khusus tentang ikan.
47.
http://www.hhmi.org/coolscience/
Cool science for Curious Kids. Berisi beberapa projek seperti membuat kupu-kupu dari kertas dan kepompongnya dari toilet paper roll sehingga kupu-kupu bisa ditarik keluar dari "kepompongnya", kuis mengidentifikasi hewan, dll.
48.
http://depts.washington.edu/bonebio/
Bone biology for Kids.  Khusus situs tentang tulang manusia. Ada kuis seputar tulang.
49.
http://www.nal.usda.gov/kids/
Kids sites dari National Agricultural Library.  Ada beberapa kategori materi: animal, food and nutrition, environment, general science dan plant.
50.
http://sciencespot.net/
http://sciencespot.net/Pages/kidzone.html
Kid zone dari sciencespot website.  Kumpulan link ke situs-situs science yang dibagi beberapa topic seperti general science, life science, earth science dll.
51.
http://www.nbii.gov/disciplines/botany/science.html
Botany for kids.  Situs tentang tumbuhan untuk anak-anak.  Isinya sekitar 20-an link untuk aktivits/projek yang berhubungan dengan tumbuhan.
52.
www.makebeliefscomix.com 
-- where children and adults can create their own comic strips.  They can select from 10 fun characters with different moods  -- happy, sad, angry, worried – and write words for  blank talk and thought balloons to make their characters talk and think.  There also are story ideas and prompts to help users create graphic stories
The concept for makebeliefscomix.com is derived from my earlier books, Make Beliefs and Make Beliefs for Kids of All Ages (which can be found on my other web site:
http://www.billztreasurechest.com).  A Make Beliefs interactive feature appeared for 13 years on my syndicated Student Briefing Page for Newsday, and in National Geographic’s World Magazine.
53.
http://www.educational-freeware.com (mostly buat anak-anak level sd)
54.
http://freeware.intrastar.net/education.htm
(software sebagian ada yang gak jalan di jajal aza dulu, dan sebagian ada cocok untuk yang homeschooler jenjang smp)
55.
www.hiyah.net/software.html (software pada umumnya untuk anak play group and TK)
56.
kalau teman2 di milis sebelah sih ada yang merekomendasikan kurikulum math u see. reviewnya bisa dilihat disini:
http://www.homeschoolreviews.com/reviews/curriculum/reviews.aspx?id=158, 
situsnya: http://www.mathusee.com/
ada juga yang yang merekomendasikan singapura kurikulum. reviewnya:
http://www.homeschoolreviews.com/reviews/curriculum/reviews.aspx?id=335
57.
http://www.handwritingworksheets.com/
58.
Keluarga kami menerapkan Classical Approach, dan untuk kurikulum handwriting ini memakai Zaner-Bloser. Berikut ini ada free sample lesson dari penerbitnya: http://www.zaner-bloser.com/html/HWsample.html
Sebelumnya mereka hanya menjual untuk kalangan sekolah saja tetapi banyak keluarga homeschool yg melobby mereka, sekarang sudah jual retail.
59.
www.e-smartschool.com 
situs dalam bahasa Indonesia yang cukup informatif. Ada tokoh dunia, pengetahuan tentang internet, pengetahuan umum, dan cerita anak. Mudah-mudahan berguna
60.
www.universalpreschool.com
61.
www.handsonhomeschooling.com 
62.
www.letteroftheweek.com 
63.
Financial Literacy: Activities for Kids
http://www.uen.org/financial_lit/student/kids_activities.shtml
64.
BACK TO SCHOOL: TEACHING YOUR KIDS FINANCIAL LITERACY
http://www.fpanet.net/public/tools/articles/FPP0805.cfm
65.
http://www.curriculumonline.gov.uk/Default.htm 
66.
http://www.uen.org/curriculum/corelessonplans.shtml 
67.
http://www.un.org/cyberschoolbus/cur.html 
68.
http://www.pbs.org/teachersource/ 
69.
http://www.bbc.co.uk/schools/teachers/ 
70.
http://school.discovery.com/lessonplans/k-5.html 
71.
http://www.nationalgeographic.com/education/lesson_plans/index.html 
72.
http://teacher.scholastic.com/lessonplans/ 
73.
http://www.learnnc.org/lessons/ 
74.
http://www.ideas.wisconsin.edu/index.cfm 
75.
http://www.aolatschool.com/junior 
76.
http://edsitement.neh.gov/ 
77.
http://www.kidzonline.org/LessonPlans/ 
78.
http://www.nytimes.com/learning/teachers/lessons/archive.html 
79.
http://www.kn.pacbell.com/wired/bluewebn/ 
80.
http://www.atozteacherstuff.com/ 
- Free Lesson Plans and printables
81.
http://edsitement.neh.gov/  
- free K-12 lesson plans/unit studies  
82.
http://www.marcopolo-education.org/teacher/teacher_about.aspx 
(k - 12) complied by a nonprofit consortium of education organizations and the MCI Foundation, provides a collection of seven standards-alligned, content-specific web sites with lesson plans, student interactive content, downloadable worksheets, links to panel-reviewed Web sites and additional resources
83.
http://www.eduref.org/Virtual/Lessons/index.shtml 
(K - 12) over 2000 lesson plans written and submitted by US teachers
84.
http://cnx.rice.edu/aboutus/ 
Contain educational materials in all subjects for all levels, from children to college students to professional.  Information is organized in small modules that stand alone or can be easily connected into larger courses. Connexions is an innovative environment for collaboratively developing, freely sharing, and rapidly 

  publishing scholarly content on the Web.  All content is free
85.
http://cfge.wm.edu/curriculum.php 
http://cfge.wm.edu/curriculum.phplesson plans in all subject areas, designed specifically for gifted learners in classroom settings, but can be adapted for home learning or (even better) for  

  homeschool co-op use.  Some free units available
86.
http://www.homeschoolshare.com/ 

  an on-line cooperative of moms writing unit studies... because many minds make light work, over 95 free unit studies
87.
http://www.home2teach.com/UnitStudiesExplain.html 
has a free guide to help you plan and organize your own, parent-created unit studies, plus several free examples online
88.
http://www.homeschoollearning.com/units/ 
a supplier of unit studies which  include links to articles, music and art resources, list of books, provides no specific lesson plans - parents/students use what they want, includes multi-level teaching (for all grade levels). Most learning is online.  Try some of their Free Unit Studies
89.
http://www.learningpage.com/ 
(preK - 6) free instructional materials and worksheets to download or print, registration required
90.
http://java.nationalgeographic.com/studentatlas/printpdf.html? 
Di situs milik national geographic ini kita bisa mendownload dan mencetak berbagai macam peta dunia.
91.
http://www.sekolahmaya.net./
Situs Sekolah Maya merupakan situs percontohan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi untuk alternatif sistim belajar. Situs ini dirancang dan dikembangkan sebagai solusi alternatif pelaksanaan Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Melalui situs ini, Anda dapat mengikuti proses belajar & mengajar secara online, membaca/mempelajari materi yang tersedia, melihat video pelajaran, mengambil/menyimpan file-file pelajaran, hingga melakukan tes atau pengulangan. Di situs ini juga ada info mengenai Homeschooling.
92.
http://www.e-learningforkids.org/
banyak kegiatan interaktifnya (math, science, english, computer skill, health & life skill etc.
93.
http://www.stellarium.org/
Stellarium is a free open source planetarium for your computer. It shows a realistic sky in 3D, just like what you see with the naked eye, binoculars or a telescope. 

It is being used in planetarium projectors. Just set your coordinates and go. http://www.stellarium.org/screenshots.html
94.
http://www.waldorflibrary.org/pg/home/home.asp
This site has been created to provide useful information to English speaking Waldorf teachers, parents, homeschoolers, and anyone interested in Waldorf education. Our aim is to make visible all the appropriate resources on Waldorf education that are currently available and to provide information about where these resources can be purchased or obtained
95.
http://www.homeschoolbuyersco-op.org/homeschool-id/
untuk yg memerlukan kartu identitas buat homeschooler, bisa dibuat di sini. GRATIS, prosesnya hanya memakan waktu kurang dari 1 menit, kartu akan dikirim melalui email dalam bentuk pdf.
96.
Beberapa situs tentang tata surya
http://starchild.gsfc.nasa.gov/docs/StarChild/StarChild.html (situsnya NASA)
http://www.nasa.gov/audience/forkids/kidsclub/flash/index.html (games)
http://kids.nineplanets.org/
http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp (bahasa Indonesia)
http://www.stsci.edu/outreach/ (Space Telescope Science Institute)
http://dhani.singcat.com/astro/ (blog pribadi Graifhan Ramadhani, berisi tentang informasi astronomi dll)
97.
http://earth.google.com/
98.
http://www.langitselatan.com/
situs tentang astronomi dalam bahasa indonesia
99.
http://www.homeschoolviews.com/resources/resources.html 
This page has all of your homeschool resources covered: Are you looking for great homeschool support, money saving ideas, help homeschooling your child with special needs, or even just help organizing your daily homeschool schedule? It's all here!
100.
http://familyfun.go.com/printables/
link untuk menambah bahan belajar prasekolah/TK, ratusan kegiatan bisa didownload gratis