Beberapa hari ini Roetji sangat suka mencari, menangkap dan bermain walang (belalang). Nyaris tiap hari, pagi dan sore, Roetji ngobrak-ngabrik 'taman' kecil di halaman depan.
Ketika di Semarang, Roetji diajari berimajinasi ada walang di genggaman Eyang Toyo, dan akhirnya imajinasi itu ia kembangkan dg berpura-pura ada walang di genggaman, daun jadi walang, dll.
Dan yg paling menakjubkan, tadi pagi, ketika Roetji sendirian, orang dewasa sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Roetji menggambar walang dan mewarnainya. Gambar dan pewarnaannya nyaris sempurna. Bentuknya benar2 mirip walang, jauh lebih mirip drpd saya yg menggambar. Mewarnainya juga rapi, tidak belepotan :)
(masukin fotonya)
Lalu, Roetji minta gambar walang-walangnya digunting. Saya menawarinya menempel gambar tsb untuk dipamerkan bapak nanti malam. Tapi ternyata...Roetji menjadikan walangnya jadi wayang! Dia gerak-gerakkan mengikuti cara walang bergerak: terbang, meloncat, mencok.
Wayang walangnya ia biarkan 'mencok' di atas keranjang baju sampai bapak pulang. Lalu ia pamerkan ke bapak. Dan bapak mengatakan: "mas Roetji bikin wayang walang?"
Tiba-tiba, Roetji tantrum, karena Mamah tidak memegang wayang walang persis seperti yang ia inginkan (sepertinya karena pengaruh ukuran jari, persis seperti ketika ia tantrum gara-gara saya memegang pesawat kertas tidak persis seperti yg ia mau).
Mendengar komentar bapak, saya buru-buru mencari hp jadul bapak, yang ada senternya. Dan, Roetji berhenti menangis dan asyik bermain wayang. Wayang walang, wayang bebek, wayang kepala beruang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar