Sepertinya banyak anak kecil senang bermain pesawat kertas. Roetji juga. Tapi ada satu hal yg membuat kami terperangah. Di usianya yg baru 3 th 1 bulan, Roetji sudah bisa membuat pesawat kertasnya sendiri dengan bentuk yg nyaris sempurna.
Awalnya Roetji minta kami buatkan pesawat kertas. Tanpa kami sadari (*noted) ketika kami membuat, Roetji memperhatikan dg gaya 'sambil lalu' nya. Bergaya cuek, tapi ternyata memperhatikan.
Suatu hari, Roetji mengambil kertas bekas yg selalu kami sediakan (*alhamdulillah, bapaknya dosen dan neneknya pensiunan guru, jadi 'harta' kami cukup banyak). Ia lipat-lipat sedemikian rupa dan ia terbangkan. Menurutnya itu pesawat, padahal bentuknya (*menurut kami) ya untel2an. Kami mengiyakan dan menyemangatinya untuk membuat pesawat lagi.
Kami buat pesawat bersama-sama. Lama-lama, terlihat bentuk pesawat. Kemudian, bentuk itu makin sempurna dan bisa diterbangkan dg cukup baik.
Yeay..Roetji bisa bikin pesawat kertas! (*ini fotonya)
Kemudian, tidak puas dg satu model pesawat, Roetji minta dibuatkan pesawat model lainnya. Dan, ia pun mencoba membuatnya. Tidak hanya model, tapi juga variasi ukuran. Roetji jadi tahu kalau kertas yg luas bisa dibuat jadi pesawat yg besar dan kecil, tapi kalau kertas kecil hanya bisa dibuat jadi pesawat kecil :)
Kadang pesawatnya ia terbangkan ke air, Roetji pun melihat kalau pesawatnya jadi basah dan mudah robek, rusak. Kadang ia minta kami naik ke atas meja, supaya pesawatnya bisa terbang lebih tinggi. Kadang ia minta kami atau mencobanya sendiri, pesawatnya diarahkan ke atas supaya bisa terbang ke lampu.
Sekarang, Roetji sedang belajar membuat kapal kertas dan kodok kertas :) (*ini fotonya).
Kadang kala Roetji lupa salah satu tahapan, ia lantas mencari kami dan minta tolong melengkapi tahapan yg ia lupa tsb, kemudian ia lanjutkan lagi sampai selesai.
Nyaris tiap hari ruang bermain dan kamar tidur Mamah (neneknya) penuh dg kertas dan pesawat kertas. Kenapa? Karena di situlah gudang 'harta' dan bengkelnya Roetji :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar