Lagi-lagi, makin percaya kalau semua ada waktunya :)
Kami tidak pernah secara khusus mengarahkan Roetji untuk sholat. Kami hanya bilang kepadanya ketika kami hendak sholat. Kadang ia ikut mendampingi dan bermain di sekitar kami, tapi sering kali ia cuek dan asyik dg kegiatannya sendiri.
Semenjak 3 hari yg lalu, berarti tgl 9 Januari 2014, Roetji minta ikut Sholat. Ya, dia sendiri yg minta.
Roetji seneng banget belajar wudhu tanpa main air (*padahal ini yg bikin sy khawatir, males gonta-gantiin bajunya, maaf ya nak). Kemudian minta dipakaiin sarung, tentu pakai sarung bapak dan omnya krn Roetji belum punya sarungnya sendiri.
Ia senang banget dibungkus-bungkus pakai sarung tsb, hehehe.
Dan hebatnya lagi, ia bisa berdiri 'tenang' di samping sy, sampai sy selesai sholat.
Roetji pun mengikuti gerakan sholat, termasuk ruku', sujud, duduk, dan salam. meskipun cuman 1 rakaat.
Pernah sy lupa tidak mengajaknya salam, ia protes: "Mas Roetji sholate dereng rampung, dereng geleng-geleng".
Pernah pula Roetji bertanya: "Ibu nek sholat kok mulute buka nutup, soale napa?" (*dan mari kita tunggu suatu saat ia akan ikutan komat-kamit).
Setiap selesai sholat, Roetji selalu berdoa: "Ya Allah, jadikanlah mas Roetji anak yg sehat, kuat, panjang umur, sholeh, cerdas, terampil, gesit, beruntung (dan selalu bertanya, beruntung itu apa. dan sampai skrg, penjelasan sy dia rasa belum memuaskan), lincah, berbahagia (kemarin ia mulai bertanya, berbahagia itu apa. sy jawab gembira, dan sepertinya ia cukup puas), dan bermanfaat dunia akherat". Doa ini harus komplit, detil dan urut. kalau ada satu kata pun yg lupa sy sebut, ia pasti protes :)
Dilanjut dg membaca doa utk kedua orangtua, dan alhamdulillah, Roetji dah hapal.
Jadi anak sholeh yg bahagia dan membahagiakan ya mas :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar