Sabtu, 07 September 2013

Catatan tentang tumbuh kembang Roetji

Roetji Noor Soepono lahir tanggal 25 November 2010. Beberapa hari setelah letusan besar Gunung Merapi. Selama di kandungan, Roetji saya ajak sibuk. Membuat event Javasranang untuk tesis saya, kerja bersama Yayasan Kampung Halaman dan GERKATIN Solo, dan kemudian ngungsi ke Semarang ketika hujan kerikil Merapi sampai di rumah kami.
Sejak kehamilan umur 4 bulan, dokter memprediksi saya kena plasenta previa. Diawali dengan flek ketika mempersiapkan pernikahan Mbak Ratmi, pembantu di rumah kami. Kata dokter, mungkin plasenta yang menutupi jalan lahir bisa mengecil seiring waktu, tapi ternyata ketika kontrol terakhir tetap saja si plasenta tidak mau minggir dari jalur lahir. Dokter Merry bilang: "Ya gak papa sih kalau mau dipaksain lahir normal, tapi mungkin cuman sampai bukaan kedua, setelah itu pendarahan". Glek. Otomatis, kami menyetujui caesar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar