Hari ini (16 Februari2015), cuaca cukup panas, bikin gerah. Ini artinya, Roetji (4th) akan sering main air.
Dan, permainan hari ini dimulai begitu dia bangun tidur, dengan bermain semprot-semprot air pakai selongsong bekas suntik tinta. Badannya pun basah, dan, jadi mau langsung mandi pagi2 deh :)
Setelah sarapan buah dan roti, bermain air pun makin seru. Di teras depan rumah, ia mengisi botol-botol plastik bekas air kemasan dg air kolam dan air kran. Roetji membuat berbagai percobaan dg air kolam lele, air kran, dan air bak. Semua berlangsung dg inisiatif dan caranya sendiri :)
Percobaan pertama, mencampur warna.
Botol pertama, Roetji isi air kolam. Botol kedua, ia isi air kran. Kemudian, isi botol pertama dituang ke botol kedua. Yeay, air di botol kedua jadi bening.
Roetji mengisi salah satu botol dg air kolam, setengah botol. Kemudian, dia bawa botol itu ke kran, ia isi dg air kran. Yeay, air di botol jadi bening.
Roetji mengisi salah satu botol dg air kran, setengah botol. Kemudian, dia menuang sebotol air kolam ke botol pertama. Yeay, air di botol pertama jadi kehijauan.
Roetji mengisi mangkuk dg air kran, kemudian ia mengisi selongsong suntikan dg air kolam. Air di mangkuk ia semprot pakai air kolam, hasilnya, air di mangkuk berubah menjadi kehijauan.
Kesimpulan Roetji: warna air bisa berubah ya, yg semula bening atau hijau, kalau dicampur bisa jadi bening atau hijau :)
Percobaan kedua, mengenal bentuk air.
Roetji menuangkan air dari botol ke mangkuk. Kok airnya berubah jadi seperti mangkuk ya Bu? Roetji jadi tahu bahwa air bisa berubah bentuk sesuai bentuk wadahnya :)
Percobaan ketiga, udara dan air
Menurut Roetji, mengisi botol di kolam ikan harus dengan posisi botol tegak lurus di bawah permukaan air, dan baru diangkat ketika sudah tidak ada lagi gelembung-gelembung di permukaan air. Artinya, botol sudah penuh. Roetji jadi belajar bahwa botol yg semula berisi udara, jadi terisi air kolam. Dan, ketika botol di dalam air, udara yg keluar dari botol membuat gelembung-gelembung air di permukaan kolam.
Percobaan keempat, cara memindahkan isi botol
Roetji memindahkan isi botol pertama ke botol kedua dg beberapa cara. Kadang ia taruh kedua botol berhadap-hadapan, dalam posisi mendatar. Ternyata, air di botol pertama tetap ada yg masuk ke botol kedua (*sy malah baru tahu kalau bisa seperti ini). Tentu saja, sebagian isinya tumpah, hehehe..
Cara kedua, seperti yg biasa kita lakukan. Roetji menuangkan isi botol pertama ke botol kedua. Kadang kedua botol ia pegang pakai kedua tangannya, kadang salah satu botol ia taruh di lantai. Alhamdulillah, ia bisa menuangkan air dg cara seperti ini tanpa sy ajari secara khusus :)
Percobaan kelima, mengenal sponge
Melihat semangat, keseriusan dan kegembiraan Roetji dg eksperimen airnya kali ini, sy coba menawarinya sponge. Ya, sebuah sponge cuci piring yg saya beli saat itu juga, di warung sebelah rumah. Cukup seribu rupiah, sudah membuat Roetji belajar banyak hal :)
Begitu melihat sponge di tanganku, Roetji bertanya apa itu, kujawab sponge, oh sponge bob. Ealah, beneran deh film satu itu melekat di ingatannya meski kami sudah beberapa bulan ini tidak menonton TV.
Cukup kuceritain dan kucontohin satu kali bahwa sponge itu menyerap air, Roetji langsung paham dan menggunakan sponge ini utk eksperimennya :)
Sponge langsung dimasukkannya ke kolam, ia amati perubahannya, ia peras, ia amati lagi. Kemudian, ia pakai sponge tsb utk menutup botol berisi air. Ia jungkirkan botol tsb sambil bilang: "Airnya tidak tumpah". Pelan-pelan air menetes sedikit demi sedikit dari sponge tsb. Kujelaskan proses terjadinya hujan: air menguap dari sungai dan laut, berkumpul menjadi awan, kemudian awan tidak kuat lagi menahan air, terus tetes menjadi hujan. Subhanallah, Roetji langsung paham dan berkomentar: "Ini gerimis" sambil memperlihatkan tetes-tetesan air, dan "Ini hujan deras" sambil menggeser sponge sehingga air tumpah cukup deras dari botol yg ia tuang. Kemudian, setelah air di botol habis, Roetji memeras sponge nya, sambil bilang "Ini gerimis lagi".Dan, setelah tidak ada air yg menetes dari sponge nya, ia melihat ke arahku dg pandangan bertanya. Aku katakan, kalau sudah tidak ada air yg menetes, artinya hujan sudah reda, terang kembali. Kemudian, ia membuat pertanyaan kesimpulan: "Kenapa sebelum hujan deras, ada gerimis, dan kenapa setelah hujan deras, juga ada gerimis?"
Setelah Roetji terlihat kedinginan dan puas main air, Roetji kuajak bilas di kamar mandi. Kupikir, sudah cukup percobaannya dg air pada hari ini. Tapi, ternyata aku salah, hehehe...
Sore harinya, bersama Rahma (anak dari ART kami saat ini, 6 th), Roetji melanjutkan eksperimennya di kamar mandi :)
Kali ini, ia berinisiatif menggunakan pasta gigi dan sikat giginya untuk menyikat ember mandinya. Katanya, supaya embernya bersih dan kuat, seperti gigi yg disikat, hehehe. Melihat hal ini, kubiarkan Roetji bereksperimen dg sikat giginya, tapi kuambil pasta giginya (*enzim anak2 bu, lumayan mihil bagi kami, hiks), sambil kubilang kalau pasta gigi yg ada di embernya sudah cukup banyak untuk membersihkan ember. Roetji tidak protes, tapi ia berinisiatif mengganti pasta giginya dg sabun dari hotel yg ada di laci penyimpan alat-alat mandi kami. Tanpa kuarahkan, Roetji menggeser embernya ke kamar mandi. Dan, permainan pun dimulai :)
Ember berisi sabun dan pasta gigi itu ia isi air, ia sikat dan aduk-aduk sampai berbusa, kemudian busanya ia masukin ke lubang WC dan berteriak heboh melihat banyak sekali busa menggumpal di lubang WC kami. Ia dengan penuh semangat mengguyur busa-busa tsb dg air bersih sampai busa menghilang dan berkata "Kenapa busa kalah sama air bersih?" Kujelaskan tentang hubungan air dan udara :)
Setelah di embernya tidak ada lagi pasta gigi dan sabun yg cukup untuk membuat busa, kutinggalkan mereka berdua di kamar mandi, kupikir sebentar lagi permainan ini akan selesai. Tapi, ternyata oh ternyata, beberapa menit kemudian, kutengok mereka, Roetji sudah menggenggam pasta gigi kami (orang dewasa) yg ukuran jumbo. Tuing, tuing, ini harus diselamatkan, sebelum isi tube jumbo ini dikuras habis, hihihi.
Ternyata, pasta gigi yg dituang di embernya sudah cukup banyak untuk membuat busa. Ia menuang air berbusa itu ke WC dan dinding kamar mandi. Dari pada air terbuang sia2, aku inisiatif menawarinya sikat kamar mandi dan WC. Roetji kemudian penuh semangat menyikat WC dan dinding kamar mandi, menggunakan sikat WC di tangan kirinya dan sikat dinding di tangan kanannya. Ia gunakan sikat WC untuk menyikat WC, lantai dan dinding, dan sikat dinding hanya untuk menyikat dinding dan lantai KM :)
Roetji berinisiatif mencampur air di gayung dg sebuah sabun mandi berwarna hijau. Ia melihat air berubah menjadi hijau tapi busanya tetap putih. Roetji berkata bahwa air menjadi hijau karena tercampur dg pewarna sabun mandi yg warnanya hijau (*sayangnya tidak terjadi dialog antara kami tentang ini, aku sedang sibuk sendiri, hiks). Tau-tau, eksperimen mereka menghabiskan dua batang sabun mandi. Sabun hijau habis mereka remas-remas dan campur dg air, sabun merah habis karena masuk WC. Duh....
Karena kesibukanku (& keegoisanku), lagi-lagi kutinggal mereka berdua sebentar, tahu-tahu, mereka berdua tertawa cekikikan dg kondisi baju basah kuyup. O alah, rupanya tadi mereka sempat minta plastik ke mbak Sup di dapur, dan melanjutkan eksperimen air mereka dg menggunakan plastik. Plastik mereka isi air kran, mereka tuang, mereka isi lagi sampai terlalu penuh dan bocor, dan membasahi badan mereka sampai cukup basah kuyup.
Karena khawatir Rahma jadi sakit kalau terlalu lama main air, Rahma kusuruh berhenti dan mandi. Roetji? Ia belum mau berhenti bermain, tetap lanjut main airnya. Kali ini, dg memasukkan biji-biji kacang tanah ke bak mandi yg barusan ia isi lagi. (Padahal tadi aku sudah cukup tenang melihat air di bak yg tinggal sedikit, lumayanlah, tidak akan terlalu banyak air yg terbuang). Roetji melihat beberapa butir kacang terapung dan sebagian besar tenggelam, kemudian ia bertanya; "Nanti, kacang-kacang itu bisa melewati lubang (*maksudnya, lubang pembuangan bak mandi) tidak ya?" ketika sy membilas badannya dg air bersih sebagai penutup eksperimen airnya hari ini.
Dan, aku harus menguras bak mandi ketika maghrib menjelang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar