ULANG TAHUN ROETJI KEEMPAT
Buat sendiri kue ultahku, pesta pun jadi meriah
Pada tanggal 25 November 2013 kemarin, Roetji ulang tahun yg
keempat. Rencananya, kami tidak akan membuat pesta ultah seperti tahun2
sebelumnya, karena sedang berjuang membangun rumah impian di Solo.
Lima hari menjelang ulang tahunnya, kami ke Semarang,
menengok nenek dan menemani bapak e Roetji presentasi di acara “Semarang Art
Festival”. Sebelum berangkat, Roetji minta ‘roti buaya’ dari salah satu bakery
di Semarang sebagai kue ultahnya. Sayangnya, terjadi salah paham di antara
orang dewasa, hehehe. Roti tsb hanya diproduksi jika ada pesanan, dipesan
minimal sehari sebelumnya, dan minimal 2 (dua) buah. Wah, bisa tekor bandar
nih, hahahaha… Alhamdulillah, Roetji tidak marah dan mau diganti hadiah yg
lain. Kami sempatkan ke Jalan Pandanaran, cari oleh2 sekaligus kue ultah utk
Roetji. Ternyata, kue2 yg ada di salah satu bakery di area ini, tidak ada satu
pun yg cocok bagi kami. Warna warninya terlalu ngejreng dan ukurannya besar2. Yo
wis, kembali ke selera asal, ke bakery yg paling dekat rumah mertua aja, beli
kue tart yg paling mungil dan paling mirip dg kue Tutitu yg diinginkan Roetji.
Alhamdulillah, irit duit dan tidak terlalu banyak gula yg akan dikonsumsi
Roetji J
Dan, tebakan kami benar, kue tart mungil ini pun tidak sanggup kami habiskan.
Padahal saat itu ada 6 orang dewasa dan 2 anak kecil yg ramai2 menyantap kue
ini J
Akhirnya, pas hari ultahnya, kami sudah kembali ke rumah ibu sy, sy ajak Roetji ke pasar,
Belanja bahan2 untuk membuat kue ultahnya. Lha kok tumben, Roetji berhenti di
depan penjual ayam potong, minta dimasakin ayam utuh. Ia tak bergeming meski sy
bujuk dg berbagai hal. Yo wis lah, sekali2, bikin ayam ingkung untuk ultah. Dan
kebetulan, sejak kemarin Mamah (ibuku) bingung akan ngado apa. Jadilah ayam
ingkung spesial ultah made by Mamah Pri yg menjadi kado dan sajian spesial
pesta ultah dadakan, hehehe..
Trus, karena duit yg kubawa ke pasar mepet dan dihabiskan
untuk beli ayam utuh tadi, kami jadi tidak bisa membeli bahan2 kue. Tapi karena
rasanya kok pesta ultah tetep ada yg kurang kalau nggak ada kue (*ini sih
ibunya yg pengen, hehehe) maka sy ajak Roetji tingak-tinguk di dapur, cari
bahan2 yg bisa dibikin kue. Alhamdulillah, masih ada telur, sedikit terigu,
minyak kelapa, pisang ambon yg sudah terlalu matang, dan whip cream bubuk yg
sudah ngendon di rak berbulan-bulan (*edisi batal bikin es krim). Ditambah susu
cair rasa strawberry dari warung sebelah (*males ke pasar lagi), jadilah
pancake pisang strawberry J
Roetji sangat antusias dan gembira ketika sy minta menghias
kue ultahnya. Ia tumpuk beberapa lembar pancake, oles whip cream kocok, tutup
whip cream, tabor choco chip (*ChaCha, dr warung sebelah. Tentu saja, sebelum
kusajikan ke Roetji, kuganti kemasannya dulu, jadi sampai sekarang Roetji tetap
belum minta ChaCha di warung itu, hehehe).
Tarrraaaa… pancake lapis ulang tahun ala Chef Roetji
Dan, pesta kecil kami pun meriah. Lengkap dg ayam ingkung
spesial pula :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar