Selasa, 10 Februari 2015



ULANG TAHUN ROETJI KEEMPAT
Buat sendiri kue ultahku, pesta pun jadi meriah

Pada tanggal 25 November 2013 kemarin, Roetji ulang tahun yg keempat. Rencananya, kami tidak akan membuat pesta ultah seperti tahun2 sebelumnya, karena sedang berjuang membangun rumah impian di Solo.
Lima hari menjelang ulang tahunnya, kami ke Semarang, menengok nenek dan menemani bapak e Roetji presentasi di acara “Semarang Art Festival”. Sebelum berangkat, Roetji minta ‘roti buaya’ dari salah satu bakery di Semarang sebagai kue ultahnya. Sayangnya, terjadi salah paham di antara orang dewasa, hehehe. Roti tsb hanya diproduksi jika ada pesanan, dipesan minimal sehari sebelumnya, dan minimal 2 (dua) buah. Wah, bisa tekor bandar nih, hahahaha… Alhamdulillah, Roetji tidak marah dan mau diganti hadiah yg lain. Kami sempatkan ke Jalan Pandanaran, cari oleh2 sekaligus kue ultah utk Roetji. Ternyata, kue2 yg ada di salah satu bakery di area ini, tidak ada satu pun yg cocok bagi kami. Warna warninya terlalu ngejreng dan ukurannya besar2. Yo wis, kembali ke selera asal, ke bakery yg paling dekat rumah mertua aja, beli kue tart yg paling mungil dan paling mirip dg kue Tutitu yg diinginkan Roetji. Alhamdulillah, irit duit dan tidak terlalu banyak gula yg akan dikonsumsi Roetji J Dan, tebakan kami benar, kue tart mungil ini pun tidak sanggup kami habiskan. Padahal saat itu ada 6 orang dewasa dan 2 anak kecil yg ramai2 menyantap kue ini J
Akhirnya, pas hari ultahnya, kami sudah kembali ke rumah ibu sy, sy ajak Roetji ke pasar, Belanja bahan2 untuk membuat kue ultahnya. Lha kok tumben, Roetji berhenti di depan penjual ayam potong, minta dimasakin ayam utuh. Ia tak bergeming meski sy bujuk dg berbagai hal. Yo wis lah, sekali2, bikin ayam ingkung untuk ultah. Dan kebetulan, sejak kemarin Mamah (ibuku) bingung akan ngado apa. Jadilah ayam ingkung spesial ultah made by Mamah Pri yg menjadi kado dan sajian spesial pesta ultah dadakan, hehehe..
Trus, karena duit yg kubawa ke pasar mepet dan dihabiskan untuk beli ayam utuh tadi, kami jadi tidak bisa membeli bahan2 kue. Tapi karena rasanya kok pesta ultah tetep ada yg kurang kalau nggak ada kue (*ini sih ibunya yg pengen, hehehe) maka sy ajak Roetji tingak-tinguk di dapur, cari bahan2 yg bisa dibikin kue. Alhamdulillah, masih ada telur, sedikit terigu, minyak kelapa, pisang ambon yg sudah terlalu matang, dan whip cream bubuk yg sudah ngendon di rak berbulan-bulan (*edisi batal bikin es krim). Ditambah susu cair rasa strawberry dari warung sebelah (*males ke pasar lagi), jadilah pancake pisang strawberry J
Roetji sangat antusias dan gembira ketika sy minta menghias kue ultahnya. Ia tumpuk beberapa lembar pancake, oles whip cream kocok, tutup whip cream, tabor choco chip (*ChaCha, dr warung sebelah. Tentu saja, sebelum kusajikan ke Roetji, kuganti kemasannya dulu, jadi sampai sekarang Roetji tetap belum minta ChaCha di warung itu, hehehe).  
Tarrraaaa… pancake lapis ulang tahun ala Chef Roetji 



Dan, pesta kecil kami pun meriah. Lengkap dg ayam ingkung spesial pula :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar